7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kisah Haru Apoteker Cantik Keturunan Tionghoa Jadi Mualaf (Youtube Mualaf Center Aya Sofya)
Dream- Kisah mengharukan seorang wanita keturunan Tionghoa memutuskan menjadi mualaf membuat haru warganet.
Meski awalnya merasa ragu, wanita bernama Stephanie Aquivera Seanto itu akhirnya memberanikan diri mengucap dua kalimat syahadat.
Stephanie mengaku, keinginanya untuk menjadi mualaf sudah sejak lama, hanya saja keberaniannya saat itu masihlah kecil.
Wanita yang akrab disapa Vera itu menceritakan latar belakang kehidupannya. Ia berasal dari NTT dan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Surabaya.

Dilansir dari kanal Youtube Mualaf Center Aya Sofya, Vera mengaku keinginan untuk memeluk Islam tidak lepas dari lingkungan tempat tinggalnya yang didominasi umat muslim.
“ Rumah saya dekat dengan masjid, saya sering melihat sholat jumat. Banyak orang yang lewat depan rumah. Dari pihak mama saya juga ada orang muslim,” katanya.
Sejak lahir ia sudah beragama Kristen Katolik. Agama tersebut diturunkan dari sang ayah yang juga menganut kepercayaan kristiani.

Ia sendiri mulai mengetahui Islam dari keluarga pihak ibu serta teman kuliah dan rekan kerjanya juga mayoritas Islam.
Merasa penasaran dengan ajaran Islam, ia mencoba untuk mencari tahu sendiri. Baginya, tidak mudah untuk memutuskan menjadi mualaf.
Kedua orangtuanya sendiri telah meninggal dunia. Awalnya pihak keluarga dari ayah merasa keberatan atas keputusannya meninggalkan agama terdahulu.

Namun, karena kegigihannya, ia terus meyakinkan pilihannya tersebut. Seiring berjalannya waktu mereka tidak lagi mempermasalahkan.
Vera akhirnya menguncapkan dua kalimat syahadat dipandu seorang ustaz di sebuah masjid. Suasana menyelimuti para jemaah yang turut menyaksikan momen tersebut.
Kalimat inilah yang menjadi pengikat untuknya melaksanakan rukun Islam yang lainnya. Ia pun diberi arahan semua kewajiban yang harus dilaksanakan termasuk sholat lima waktu.
“ Setelah mengucap dua kalimat syahadat maka saudara sudah resmi menjadi umat Islam. Maka wajib hukumnya melaksanakan semua perintah termasuk sholat lima waktu,” kata Ustad yang membimbingnya.
Laporan: Nur Rahma
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?