Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Banjir Jakarta (Foto: Liputan6.com)
Dream - Banjir yang menerjang Jakarta tak hanya timbulkan kerugian materiil. Banjir juga merenggut nyawa warga DKI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan banjir yang melanda Ibu Kota sejak Sabtu, 20 Februari 2021 telah menelan korban jiwa sebanyak lima orang. Empat di antaranya adalah anak-anak
" Kita berduka cita bahwa ada korban meninggal jumlahnya lima orang dan empat dari lima ini adalah anak-anak usia 7 tahun, usia 11, usia 13 tahun," ujar Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Minggu 21 Februari 2021.
Anies mengatakan keempat korban meninggal lantaran saat banjir melanda, mereka sedang asyik bermain air. Keempatnya diterjang arus air yang cukup besar.
" Mereka meninggal saat bermain di air dan kemudian ada arus dan kemudian ada yang terpeleset dan lain-lain," ucap dia.
Anies menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, serta mengimbau masyarakat untuk melarang anak-anak bermain-main air di lokasi yang berpotensi berbahaya kala banjir melanda.
" Saya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran dan mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila menyaksikan anak-anak yang bermain di kawasan yang sedang ada genangan, maka supaya ditegur, diajak untuk berhenti karena bermain-main di tempat-tempat seperti ini sering berisiko, ada lubang, ada arus yang tidak terduga akhirnya terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan," papar Anies.
Anies bahkan meminta jika pun mereka bukan sanak maupun keluarga, maka tetap wajib untuk turut mengingatkan anak-anak yang kedapatan bermain di area-area berisiko bahaya saat banjir.
" Saya minta kepada semua bila menyaksikan anak-anak usia muda bermain-main dan berisiko, maka jangan pandang itu seperti anak orang lain. Pandanglah itu seperti anak kita sendiri sehingga kita ambil tanggung jawab juga mengingatkan untuk menegur dan menghentikan agar mereka tidak terpapar risiko sebagaimana kejadian kemarin," jelas Anies.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan, terdapat 5 korban jiwa akibat banjir Jakarta.
" Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan. Selain itu 4 anak-anak, terdiri dari 3 anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain, dan 1 anak perempuan usia 7 tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," terang Sabdo.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya