Penyaluran Bantuan Banjir Pakai Lambang FPI Dibubarkan Polisi

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 21 Februari 2021 13:22
Penyaluran Bantuan Banjir Pakai Lambang FPI Dibubarkan Polisi
Para relawan memakai atribut berlambang FPI.

Dream - Sejumlah orang kedapatan menyalurkan bantuan untuk korban banjir sembari menggunakan lambang FPI di Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, dibubarkan polisi. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Kapolsek Makassar, Komisaris Saiful Anwar, mengatakan pembubaran dilakukan karena simbol FPI masih dipakai. Padahal FPI sudah dinyatakan sebagai organisasi massa terlarang.

" Sekarang segala kegiatan bentuknya FPI kan dilarang kan kita tahu sendiri. Sehingga saya sama Pak Danramil, Pak Kapolres dan Pak Dandim melarang mereka untuk ikut," ujar Saiful.

 

1 dari 2 halaman

Tak Dilarang, Asal Perhatikan Atribut

Saiful menjelaskan sebenarnya giat kemanusiaan tetap dibolehkan. Tetapi, tetap harus memperhatikan penggunaan atribut.

" Sudah saya sampaikan ya, kita imbau baik-baik kok, agar benderanya, semuanya yang ada di situ kita suruh turunkan semuanya, kita pakai baju biasa saja," kata dia.

Menurut Saiful, ada 10 orang yang menyalurkan bantuan mengatasnamakan FPI. Mereka mengenakan identitas FPI pada kaos, rompi, serta bendera.

" Apapun bentuknya kan yang namanya FPI, terus itu lambangnya sama, apanya sama, masa kita nggak ini (tertibkan). Nah ya, ini kan negara yang melarang segala bentuk kegiatan apapun," terang Saiful.

 

2 dari 2 halaman

Kata Mantan Sekum FPI

Mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman, membenarkan pembubaran tersebut. Relawan FPI diminta bubar oleh TNI dan Polri.

" Benar," kata dia.

Munarman pun memberikan penjelasan relawan yang menyalurkan bantuan adalah anggota Front Persaudaraan Islam. Dia menegaskan mereka bukan anggota Front Pembela Islam yang telah dibubarkan Pemerintah.

" Padahal tim kemanusiaan kami datang bawa bantuan, buka dapur umum, dan membawa tim evakuasi," kata Munarman.

Sumber: Merdeka.com.

Beri Komentar