Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bantuan Diberikan Relawan ACT Kepada Warga Gaza (ACT)
Dream - Bantuan kemanusiaan bangsa Indonesia melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akhirnya diterima warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza. Relawan ACT mengirim food parcel, obat-obatan, dan membuka Dapur Umum Ramadhan, serta pengadaan air minum dengan truk tanki air yang akan keliling di Gaza City.
Bantuan yang diberikan sudah mewujud dalam bentuk paket pangan. Penduduk Gaza pun ikut menikmati makanan berbuka penuh gizi yang disalurkan oleh mitra dan relawan lokal ACT di Gaza, Palestina.
" Pengiriman dana operasional tergantung kebutuhan pihak Jabaliya Medical Centre," ujar Vice President ACT Ibnu Khajar dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id, Rabu 16 Juli 2014.
Selama ini, secara periodik ACT menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Selain bantuan pangan bagi sebagian besar penduduk Gaza yang kehilangan mata pencaharian akibat perang, ACT juga mengirim donasi dari masyarakat Indonesia untuk kebutuhan kesehatan melalui Jabaliya Medical Centre.
Akibat bombardir militer Israel, penduduk Gaza kini harus mengalami kesulitan lebih parah lagi. Selain kesulitan memperoleh makanan, penduduk Gaza kesulitan mendapatkan air bersih.
" Sebenarnya penduduk Gaza sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih akibat air tanah disedot oleh pihak Israel, untuk keperluan penduduk Kota Tel Aviv dan daerah-daerah sekitarnya," terang Senior Vice President ACT Imam Akbari.
Memasuki hari kedelapan, korban tewas akibat gempuran udara Israel ke Gaza semakin bertambah dan kini mencapai angka 186 jiwa. Jumlah ini melebihi jumlah korban tewas dalam konflik Zionis Israel dan Palestina yang terjadi November 2012 lalu.
Dalam dua serangan terpisah yang terjadi pada Senin 14 Juli 2014 malam, dilaporkan 5 warga Palestina tewas. Juru bicara dinas urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra menuturkan, serangan udara di Rafah, Gaza bagian selatan menewaskan 3 orang, termasuk seorang anak. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya