Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kejuaraan BMX Di Banyuwangi (Foto: Istimewa)
Dream - Kompetisi Banyuwangi BMX International tahun ini telah memasuki tahun ke-empat. Sejak digelar pada 2016, kompetisi ini langsung terdaftar dalam kalender Union Cycliste International (Persatuan Balap Sepeda Internasional).
Pada 2019, kompetisi internasional ini diikuti 253 pembalap profesional yang berasal dari 19 negara, di antaranya Brazil, Inggris, Denmark, Italia, Ekuador, Selandia Baru, Australia, RRC, dan lain-lainnya.
Para atlet sepeda BMX akan berkompetisi menjadi yang terbaik untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Wawan, mengatakan, selain melombakan kelas C1 race seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini meombakan kelas ‘Hors Class’. Kelas level ini lebih tinggi dari kelas C1 race.
“ Hors class ini akan dilaksanakan di hari ke dua, Minggu 27 Oktober. Di satu benua, perlombaan di kelas ini hanya boleh digelar sebanyak 6 kali dalam setahun. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menyelengarakan kelas bergengsi ini untuk Asia,” kata Wawan.

Kerjuaraan BMX di Banyuwangi, Jawa Timur
Wawan mengatakan, level Hors Class poinnya lebih besar. Ini kesempatan bagi mereka untuk berlomba-lomba mendulang poin sebelum bisa lolos ke Olimpiade 2020 nanti.
" Maka tak heran bila banyak pebalap dunia ikut berlaga di Banyuwangi,” ucap dia.
Menurut Wawan, sejumlah atlet profesional berprestasi dunia, baik perempuan maupun pria, akan berkompeterisi di laga ini. Di kategori Elite Women, ada pebalap asal Australia Caroline Buchanan yang pernah 5 kali menjadi juara dunia BMX dan MTB.
Ada pula Sarah Walker dari Selandia Baru, yang pernah meraih Medali Perak London Olympic Games 2012 dan Amanda Carr, Amerika Serikat, juara Asian Games Korea 2014.
" Di Elite Men, atlet berprestasi dunia juga bakal turun berlaga. Di antaranya, Renato Rezende (Brazil) peraih Medali Emas South American Games 2014 dan Jimmi Therkelsen (Denmark) juara BMX Race Ljubljana 2019. Tak ketinggalan, atlet andalan Indonesia, Tony Syafrudin dan I Gusti Bagus Saputra juga telah mengkonfirmasi kepesertaannya," kata Wawan.
Banyuwangi International BMX 2019 sendiri melombakan 27 kelas. Yakni challenge boys, usia 5-6 thn, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16; challenge girls.usia 5-7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16; dan challenge men, junior men & women, elite men & women, serta master khusus usia lebih dari 30 tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya