Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perempuan Di India Memprotes Rencana Pemerintah Memajaki Suatu Barang Yang Dibutuhkan Wanita. (Foto: Shutterstock)
Dream – Baru-baru ini, masyarakat India memprotes kebijakan pemerintah. Sebab, pemerintah India berencana memberi pajak yang sangat tinggi terhadap pembalut, barang yang sangat dibutuhkan perempuan.
Dikutip dari CNN Money, Jumat 26 Mei 2017, pemerintah India hendak mengenakan pajak 12 persen terhadap pembalut wanita. Tentu saja perempuan di India memprotes rencana ini.
Para perempuan di Negeri Hindustan itu menilai, seharusnya barang kebutuhan mereka ini bebas pajak. Selain itu, kaum Hawa di India merasa didiskriminasi karena barang-barang, seperti alat kontrasepsi, tidak dikenakan pajak.
Seorang pakar hukum, Sushmita Dev, membuat petisi penolakan pajak untuk pembalut. Petisi ini sudah telah ditandatangani oleh 300 ribu orang.
Kelompok antidiskriminasi terhadap wanita, SheSays, juga mengutarakan hal serupa. Mereka ingin perbedaan terhadap perempuan dihapuskan, terutama pengenaan pajak terhadap pembalut wanita.
“ Hak perempuan untuk mendapatkan akses pembalut itu absolut. Perempuan tidak boleh mendapatkan diskriminasi,” kata pendiri SheSays, Trisha Shetty.
Kementerian Keuangan India pun tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan ini.
Sekadar informasi, saat ini, harga pembalut di India sebesar 5 rupee-12 rupee (Rp1.063-Rp2.659) perpotong. Harga ini berbeda-beda di setiap wilayah. Di area tertentu, pajaknya bisa mencapai 14,5 persen.
Tidak hanya itu, masih sedikit wanita di India yang memakai produk ini. Studi Nielsen pada 2011 menunjukkan bahwa 12 persen wanita India yang menggunakan pembalut wanita.
Sisanya menggunakan barang-barang lain, seperti kain, lap, dan dedaunan. Benda-benda ini bisa menyebabkan infeksi pada perempuan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya