Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Berusia 9 Bulan Asal Mataram Meninggal Positif Covid-19
Dream - Bayi 9 bulan asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berinisial FH, meninggal dunia. Bayi ini tertular virus corona dari hasil uji laboratorium.
FH meninggal pada Sabtu, 23 Mei 2020. Tetapi, dia dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab keluar pada Rabu malam, 27 Mei 2020.
" Bayi yang berasal dari Lingkungan Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya tersebut meninggal pada 23 Mei 2020. Namun, hasil uji swab positifnya baru keluar tadi malam," ujar Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, dikutip dari Liputan6.com.
Dengan meninggalnya bayi FH, maka angka kematian pasien positif Covid-19 di Kota Mataram secara kumulatif menjadi empat orang. Nyoman menjelaskan pihaknya hingga kini belum mengetahui FH telah kontak dengan siapa.
" FH terkonfirmasi positif Covid-19, nonklaster, dan sampai saat ini belum diketahui FH telah kontak dengan siapa sehingga bisa terpapar," kata I Nyoman.
I Nyoman mengatakan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 merupakan tanggung jawab semua pihak. Dia pun meminta masyarakat turut berperan serta membantu pemerintah menangani kasus ini.
" Karenanya, masyarakat diimbau tetap tenang, menerapkan sosial dan physical distancing dengan menghindari keramaian dan mengurangi aktivitas di luar rumah," pinta I Nyoman.
Tak lupa dia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dengan terus menggenakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan hand sanitizer dan melakukan pola hidup bersih dan sehat.
" Hal itu dimaksudkan agar penanganan penyebaran Covid-19, yang diupayakan pemerintah bisa berjalan efektif," katanya.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya