Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Palestina Di Gaza Melakukan Salat Jenazah (The Guardian)
Dream - Seorang wanita yang tengah hamil 8 bulan tewas dalam serangan udara Israel yang makin brutal di Jalur Gaza. Dunia sepertinya hanya bisa menonton kekejian yang luar biasa ini. Tim dokter berhasil menyelamatkan bayi dalam kandungan sang Ibu yang malang ini lewat operasi caesar.
Diberitakan The Guardian, Selasa 29 Juli 2014, wanita bernama Shayma Al-Sheikh (23) itu terperangkap dalam reruntuhan bangunan berlantai dua rumahnya, yang rubuh akibat serangan udara terntara Israel.
Ia meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Akan tetapi tim dokter berhasil mengeluarkan bayi perempuannya dalam operasi darurat, 10 menit setelah ibunya dinyatakan meninggal dunia.
" Dia dibawa setelah serangan Israel pukul 03.00, Jumat dini hari waktu setempat," kata Fadi al-Kharti, seorang dokter di rumah sakit Deir al Balah. " Dia meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit" .
Paramedis yang berjuang habis-habisan, berhasil mengeluarkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan rumahnya selama satu jam. " Kami melihat gerakan di perutnya, diperkirakan dia tengah hamil 36 minggu," katanya. Dokter langsung melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan sang bayi, yang akhrinya diberi nama serupa dengan ibunya.

" Allah telah melindungi anak ini untuk saya. Putriku Shayma sudah meninggali, tapi saya sekarang memiliki seorang putri yang baru," kata Mirfat Qanan (43), nenek dari si bayi.
Salah satu dokter mengungkapkan kesedihan atas wafatnya sang Ibu dan ia juga mengungkapkan amarah atas serangan tersebut. Ia mengatakan kondisi bayi belum stabil dan akan membutuhkan waktu dalam perawatan intensif, setidaknya selama tiga minggu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya