Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Orangtua mana yang tidak sedih jika anak yang paginya masih sehat, tiba-tiba meninggal dunia pada siang harinya.
Itulah yang dirasakan oleh pasangan Malaysia, Mohamad Firdaus dan istrinya, ketika harus kehilangan anak bungsunya, MAF yang masih berusia 8 bulan.
Fawwaz meninggal dunia setelah dititipkan di rumah pengasuhnya yang tak jauh dari tempat ibunya mengajar di SK Taman Melati.
Kisah sedih ini diceritakan kembali oleh Shafiqah Abd Razak, adik kandung Firdaus melalui status di Facebook.
MAF diantar dalam keadaan sehat pada waktu pagi, tetapi terkulai lemah sewaktu diambil dari rumah pengasuhnya.
Tengah hari tanggal 8 Januari 2019 pengasuh menghubungi istri Firdaus, memberitahu bahwa putra ketiganya itu sudah tidak bisa bernapas.
Firdaus yang sudah sampai di rumah pengasuh lebih dulu melihat putranya sudah betul-betul lemah. Dia terkulai sewaktu digendong.
Kondisinya memprihatinkan. Darah memenuhi hidung dan napas Fawwaz benar-benar terhenti. Sementara bagian bawah matanya lebam.
Firdaus langsung membawa MAF ke klinik paling dekat, Klinik Hamidah di Taman Melati bersama kakak no 4, Mohamad Hasbullah Abdul Razak dan istrinya.
Sebenarnya MAF hendak dibawa ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) tapi tidak sempat karena kondisinya begitu darurat.
Dokter klinik mencoba menyelamatkan nyawa si bayi, tapi rupanya Allah lebih menyayangi bayi lucu itu.
Serasa tidak percaya dengan keterangan dokter klinik, Firdaus membawa putranya ke HKL. Ternyata kondisi MAF sudah zona merah, dia telah meninggal dunia.
Untuk meyakinkan Firdaus, dokter lakukan scan dan X-ray. Dari situ diperoleh gambaran yang sangat menyedihkan tentang kondisi putranya.
Bayi malang itu mengalami pendarahan hebat di area kerongkongan dan saluran pernapasan sudah penuh dengan darah. Jadi dia tidak tersedak susu.
Namun dokter belum bisa menemukan penyebab kondisi MAF. Karena itu Firdaus diminta membuat laporan ke polisi.
Sambil menunggu laporan post mortem, Shafiqah mengungkapkan betapa sedihnya dia kehilangan keponakan yang lucu.
Shafiqah teringat bahwa pagi hari itu adalah kali terakhir bagi MAF menyusu pada ibunya.
Menurut Shafiqah, MAF akan dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam Kuala Lumpur setelah zuhur begitu laporan post mortem selesai dibuat.
Malam harinya polisi mendatangi rumah pengasuh MAF untuk melakukan penyelidikan.
Besok paginya, polisi menerbitkan laporan post mortem tentang penyebab pasti kematian MAF.
Dalam laporan post mortem dokter mengatakan ada luka parah di bagian kepala. Mungkin akibat pukulan keras benda tumpul.
Keluarga Firdaus pun menyerahkan kasus ini ke polisi yang kini sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap pengasuh MAF.
" Semoga keponakanku dapat keadilan atas kematiannya," pungkas Shafiqah.
(ism, Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya