Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makam Keluarga Abdulsalam Di Gorontalu Terpaksa Dibongkar (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Dream - Kasus pembongkaran makam karena perbedaan poltik kembali terjadi di Gorontalo. Setelah di Kabupaten Gorontalo Utara, kasus serupa kini terjadi di Bone Balango.
Warga Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terpaksa membongkar makam keluarga karena beda pilihan calon legislatif dengan pemilik lahan.
Cerita itu berawal dari ajakan pemilik lahan, AH, kepada keluarga Abdulsalam Pomontolo untuk memilih calon legislatif. Tapi, keluarga besar Abdulsalam menolak lantaran telah memiliki sosok yang akan dipilih.
" Awano Hasan merupakan pemilik lahan sempat melontarkan kata-kata kepada kami, 'Kalau tidak mau ikut plihannya makan silakan pindahkan kuburan keluarga kalian yang ada di tanah saya`," ucap Abdulsalam kepada Liputan6.com, Senin 14 Januari 2019.
Abdulsalam juga menyebut, AH kerap mencaci keluarganya. " Ia kemudian memblokade pintu masuk menuju kuburan, jadi dua kuburan ini kami pindahkan," kata dia.
Kabar pemindahan kuburan itu dibenarkan Kepala Desa Toto Selatan, Taufik Baladraf. " Iya benar. Kami sudah berusaha melakukan mediasi dan hasilnya kuburan tersebut tetap dipindahkan," ucap Taufik.
Saat prosesi pemindahan kerangka jenazah pada Sabtu, 12 Januari 2019, terdengar isak dari keluarga Abdulsalam. Dua makam yang dipindahkan itu milik Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah.
Sumber: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim
Dream - Perbedaan pilihan politik harusnya disikapi secara bijak. Tetapi, harapan itu rupanya tidak terjadi pada sebuah desa di kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo.
Perbedaan pilihan politik membuat lima makam di Desa Jembatan Merah, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, dibongkar paksa pada Minggu 9 Desember 2018.
Lima makam yang dibongkar dan dipindahkan itu merupakan kuburan atas nama Nur Humolungo, Sumiatin Ahmad, Abdin Dude, Asma Katili, dan Idrus Katili. Makam-makam itu merupakan kuburan keluarga Ramin Suleman, salah satu calon kepala desa yang menjadi lawan politik sang petahana.
" Persoalan ini bermula masalah pilkades, mereka tidak mau dikritik warga desa setempat. Karena tidak tahan dikritik, keluarga pihak petahana ini mengungkit para pengkritik ini, yang mana orangtua dan keluarga mereka dibukur di tanah milik calon kades petahana," kata Ris Dude, kerabat keluarga Ramin Suleman, kepada Liputan6.com, Senin, 10 Desember 2018.
Mediasi telah dilakukan polisi dan pemerintah setempat. Tetapi, menurut Kapolsek Kwandang, Iptu Cecep Ibnu Ahmadi, upaya mediasi kedua belah pihak menemui jalan buntu. Akhirnya, lima kuburan itu diputuskan tetap dibongkar.
" Pihak keluarga kepala desa yang petahana bersama keluarga tetap ngotot untuk meminta memindahkan lima kuburan itu," kata Cecep.
" Hingga akhirnya keesokan harinya tepat pada hari Minggu, dieksekusi. Alhamdulillah evakuasi kelima kuburan yang dibongkar itu berjalan dengan aman dan lancar," ujar dia.
Sumber: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya