Begini Kehidupan Pilot Lion Air JT610 Sebelum Jatuh ke Laut

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 31 Oktober 2018 07:01
Begini Kehidupan Pilot Lion Air JT610 Sebelum Jatuh ke Laut
Sang bunda mendapat kabar kecelakaan itu dari berita televisi. Setelah kecelakaan itu, para tetangga buka suara terkait masa lalu Bhavye Suneja.

Dream - Diwali selalu menjadi hari istimewa bagi keluarga Bhavye Suneja. Mereka punya tradisi menunggu pilot itu dengan penuh suka cita. Namun tidak tahun ini.

Saat perayaan besar itu tinggal menghitung hari, mereka mendapat kabar duka.

Tradisi suka cita itu berubah duka. Bhavye yang selalu ditunggu tak akan pulang. Pilot berusia 31 tahun itu jatuh bersama Lion Air JT-610 yang dia kendalikan. Bhavye tak akan pulang dengan senyum, seperti tahun yang sudah-sudah.

Keluarga yang tinggal di Delhi, India, itu terguncang. Mereka berusaha menguatkan hati untuk menerima kabar dari Indonesia. Sang ibunda, Sangeeta Suneja, berurai air mata. Sambil menangkupkan tangan, dia meminta wartawan di depan rumah mereka di Mayur Vihar untuk berdoa.

“ Mohon berdoa untuk kami,” kata Sangeeta Suneja, sebagaimana dikutip Dream dari laman News 18, Selasa 30 Oktober 2018.

Salah seorang tetangga, Anil Gupta, yang mengaku selalu bermain bersama Bhavye saat masih kecil, mengatakan bahwa Sangeeta tengah berangkat kerja saat mendengar kabar kecelakaan pesawat berisi 189 orang itu.

“ Ibunya sedang berangkat bekerja saat mereka mendengar kabar kecelakaan pesawat dan sejak itu, mereka berharap Bhavye baik-baik saja,” tutur Gupta.

1 dari 5 halaman

Sosok Bhavye di Mata Tetangga

Bhavye dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungannya. Para tetangga mengaku sangat terkejut mendengar kabar kecelakaan pesawat yang dipiloti Bhavye.

“ Putri saya sekolah bersama Bhavye. Hari ini, dia menelepon saya dari Dubai dan bilang Bhavye meninggal dan dia menunjukkan kesedihannya,” kata tetangga Bhavye, Sinha.

“ Ayah Bhavye terlihat sangat tegar dan tidak menangis tapi kami tahu apa yang dia alami,” tambah dia.

Ayahnya, Gulshan Sukheja, merupakan seorang akuntan. Sementara, ibundanya bekerja pada maskapai Air India. Shinha mengatakan, Bhavye selalu pulang saban Diwali.

“ Dia selalu menghormati para tetua dan kami selalu melihat dia saat Diwali,” kata tetangga lainnya, Regnu Nagpal

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Ahlcon Public School, Bhavye menerima lisensi penerbangan pada tahun 2009. Dia menikah 2016 dan tinggal di Jakarta. Sang istri, Garima Sethi, merupakan mantan manajer di Indian Express.

2 dari 5 halaman

Istri yang Rela Lepas Karier Demi Suami

Dream – Nama Bhavye Suneja menjadi perhatian publik dalam kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat. Bhavye adalah pilot yang menerbangkan pesawat bernomor JT610.

Hingga saat ini Bhavye dan 188 orang penumpang Lion Air masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Belum diketahui apakah pria kelahiran India ini selamat atau tidak.

Bhavye adalah seorang pilot asal New Delhi, India. Dia menikahi seorang wanita India pada 2016 bernama Garima Sethi. Demi menemani sang suami, Garima memutuskan meninggalkan karier yang sedang dibangunnya dan pindah ke Indonesia.

Dilansir dari akun LinkedIn Garima, Selasa 30 Oktober 2018, wanita yang resmi menjadi istri Bhavye ini melepas pekerjaannya sebagai Accounts and Finance Manager di Indian Express pada Juni 2016.

 Akun LinkedIn Garima Sethi.Akun LinkedIn Garima Sethi. © LinkedIn

Garima merupakan alumni B.com di PGDAV College, Delhi University. Dia merampungkan pendidikannya pada 2009 dan melanjutkan pendidikan di Chartered Accountancy Examination hingga lulus pada 2012.

 

3 dari 5 halaman

Hendak Mencari Kerja di Indonesia

Selepas menyelesaikan pendidikan, Garima mulai meniti karier dengan bergabung bersama Pary and Co sebagai auditor staturory.

Karier sebagai auditor dijalaninya selama tahun. Pada 2013, Garima memutuskan bergabung dengan ICICI Bank sebagai credit manager sampai Desember 2014.

Kemudian, Garima bergabung dengan Indian Express sebagai Accounts and Finance Manager sampai Juni 2016.

“ Setelah menikah, pindah ke Jakarta. Juga mencari peluang (kerja) baru,” tulis dia.

4 dari 5 halaman

Co-Pilot yang Seharusnya Tidak Boleh Terbang

Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 memunculkan kepiluan yang mendalam. Terlebih kepada keluarga korban. Insiden itu  menimbulkan keterkejutan luar biasa.

Seperti dituturkan Vini Wulandari, 36 tahun, yang merupakan adik dari co-pilot JT 610, Harvino. Dia merasa tidak percaya kakaknya kini sudah tidak ada lagi.

Vini bercerita, dua hari sebelum kejadian dia mendapat informasi Harvino sakit gigi. Waktu itu, kata dia, Harvino sedang tidak terbang.

Tetapi, Vini dibuat kaget oleh berita jatuhnya JT 610. Yang lebih membuatnya tercengang, Harvino ada di pesawat itu.

" Makanya saya kaget, pertama yang kasih tahu itu teman saya di Surabaya," ujar Vini, dikutip dari merdeka.com, Selasa 30 Oktober 2018.

Begitu mendapat kabar, Vini langsung menghubungi kantor Lion Air namun tidak ada balasan. Dia lalu berusaha mengontak sang kakak, tetap saja tidak ada jawaban.

" Terus saya telepon istrinya juga enggak tahu, tapi dia bilang memang ada terbang, dari situ merasa perasaan jadi enggak enak," kata Vini.

 

5 dari 5 halaman

Harvino Sakit Gigi

Menurut Vini, sang kakak sedang sakit gigi sehingga tidak bisa terbang. Salah satu gigi kakaknya berlubang.

" Kan enggak boleh (terbang) kalau lagi sakit gigi," kata dia.

Tetapi, Vini diberitahu istri Harvino, sebelumnya sang kakak juga terbang. Padahal, kondisi fisiknya tidak begitu bagus.

" Kemarinnya dari Malang, benar memang rutenya Pangkal Pinang, dia jalan pagi naik jemputan dari rumah," kata Vini.

Lebih lanjut, Vini mengatakan, Harvino baru empat tahun menjadi co-pilot di Lion Air. Sebelumnya, Harvino adalah petugas Air Traffic Controller (ATC) di Angkara Pura.

" Keluarga kami ini memang di Bandara, dulu ayah saya juga di AP I Semarang, Vino memang bercita-cita banget menjadi pilot. Saya berdoa yang terbaik buat kakak saya. Saya masih berharap ada mukjizat," ucap dia.

(ism, Sumber: Merdeka.com/Kirom)

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak