Dua Pesawat Kecelakaan, 200 Unit Boeing 737 Max Masih Dipesan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 19 Juni 2019 13:44
Dua Pesawat Kecelakaan, 200 Unit Boeing 737 Max Masih Dipesan
IAG yakin pesawat Boeing 737 Max akan terbang pada beberapa bulan mendatang.

Dream - Pesawat keluaran Boeing, seri 737 Max dinyatakan tak dapat terbang pada 11 Maret 2019.

Keputusan itu dibuat karena dua pesawat yang digunakan maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines Flight mengalami kecelakaan fatal yang membuat 346 orang meninggal dunia.

Meski dinyatakan bermasalah, pesawat Boeing 737 Max tetap memiliki daya tarik. International Airlines Group (IAG), perusahaan induk maskapai terkemuka seperti British Airways dan Lufthansa, menandatangi letter of intent untuk memesan 200 pesawat Boeing 737 Max.

IAG yakin, pesawat Boeing 737 Max akan kembali beroperasi dalam beberapa bulan mendatang.

Boeing saat ini berusaha mengembangkan perbaikan perangkat lunak untuk Boeing 737 Max setelah dua kecelakaan mematikan.

Dilaporkan BBC, pesawat itu akan digunakan maskapai di bawah IAG, semisal British Airways, Vueling dan Level. Letter of intent ditandatangani di Paris Air Show.

1 dari 3 halaman

Saham Boeing Terkatrol

" Kami memiliki kepercayaan pada Boeing dan berharap, pesawat akan berhasil kembali ke layanan dalam beberapa bulan mendatang setelah menerima persetujuan dari regulator," ujar Kepala eksekutif IAG, Willie Walsh.

Juru bicara IAG menambahkan, prioritas pertama IAG adalah keselamatan penumpang dan awak.

Saham Boeing naik lebih dari 2,8 persen setelah pengumuman pembelian ini.

" Kami benar-benar terhormat dan segan oleh kepemimpinan di International Airlines Group karena menempatkan kepercayaan dan kepercayaan mereka pada 737 Max," kata Boeing.

Pasca insiden kecelakaan fatal, Boeing 737 Max dilarang terbang. Pekan ini, seorang pejabat Administrasi Penerbangan Federal AS mengindikasikan, bahwa pesawat Boeing 737 Max mungkin akan di-grounded sampai akhir tahun. Larangan ini lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang. (ism)

2 dari 3 halaman

Minta Maaf, Bos Boeing Akui Pesawat 737 MAX Bermasalah

Dream - Manajemen Boeing akhirnya meminta maaf dengan terjadinya dua kecelakaan tragis di Ethiopia dan Indonesia yang melibatkan salah satu pesawat terlarisnya, Boeing 737-Max. Permohonan maaf itu disampaikan secara terbuka oleh CEO Boeing, Dennis Muilenburg.

" Kami minta maaf atas sejumlah nyawa yang hilang," kata Dennis, dilaporkan CNN, Jumat, 5 April 2019.

Dennis mengatakan, tragedi-tragedi yang terjadi pada pesawat jenis Boeing 737 Max terus menjadi beban di hati dan pikiran.

" Kami berbela sungkawa atas orang-orang yang dicintai, para penumpang dan awak di atas pesawat Lion Air Flight 610 dan Ethiopian Airlines penerbangan 302," ujar dia.

Dalam permintaan maaf yang disampaikan, Dennis mengatakan, kecelakaan pesawat menjadi bagian besar dalam industri penerbangan Boeing. Peristiwa itu kembali terulang di akibat 737 Max.

" Dan kita tahu kita dapat memutus rantai dalam dua kecelakaan ini," ucap dia.

Dennis mengakui kesalahan fungsi maneuvering characteristics augmentation system (MCAS) di 737 Max. Dia berharap dapat menghilangkan risiko ini.

" Kami memilikinya dan kami tahu bagaimana melakukannya," ucap dia.

3 dari 3 halaman

Perubahan Software

Boeing sedang mengerjakan perubahan pada perangkat lunak sistem 737 Max. Perusahaan mengakui kesamaan antara dua kecelakaan yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines dan mengakui peran sistem MCAS.

" Laporan pendahuluan berisi informasi perekam data penerbangan yang mengindikasikan pesawat memiliki sudut input sensor serangan yang keliru yang mengaktifkan fungsi MCAS selama penerbangan, seperti saat penerbangan Lion Air 610," kata Boeing.

" Untuk memastikan aktivasi MCAS yang tidak diinginkan tidak akan terjadi lagi, Boeing telah mengembangkan dan berencana untuk merilis pembaruan perangkat lunak untuk MCAS dan program pelatihan pilot komprehensif yang terkait dan program pendidikan tambahan untuk 737 Max."

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara