Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Facebook Ivan Liew)
Dream - Saat ini banyak orang yang memilih membeli barang secara online karena lebih mudah. Harganya pun terkadang jauh lebih murah.
Dengan belanja online, pembeli hanya perlu memesan barang dari ponsel maupun komputer, kemudian membayar dengan sistem transfer.
Namun rupanya, tidak semua pembelian secara online berjalan seperti yang diharapkan. Sebab, ada sebagian pedagang online yang nakal saat mendapat pesanan barang dari pelanggan.
Baru-baru ini, seorang pemuda Malaysia, Ivan Leiw, membagikan rasa penyesalannya saat membeli barang melalui situs belanja online terkenal.
Tidak saja barang yang dipesan tidak sampai kepadanya, namun dia benar-benar telah ditipu mentah-mentah.
© (Foto: Facebook Ivan Liew)
Menurut Ivan Liew, dia membeli smartphone Samsung Galaxy Note 8 dari dealer di situs belanja online itu pada 12 Desember tahun lalu.
Namun, saat menerima dan membuka barang yang dibeli, dia hanya menemukan dua bungkus tisu basah!
Ivan mengatakan, smartphone itu dijual dan dikirim oleh pihak situs belanja online sendiri.
Dia juga mengaku telah melakukan pembayaran RM3219, setara Rp11,2 juta, melalui kartu kreditnya.
" Pada tanggal 15 Desember, kira-kira jam 1 siang, saya melacak paket pengiriman dan disebutkan masih dalam proses pengiriman.
" Tapi pada hari yang sama, sekitar pukul sembilan malam, saya kembali melakukan pelacakan dan menemukan statusnya telah berubah menjadi 'gagal terkirim'," katanya.
Anehnya, kata Ivan, dia menerima sebuah paket keesokan harinya yang diantarkan oleh seorang pria dengan sebuah mobil pribadi.
Begitu dia menerimanya, Ivan langsung membuka paket tersebut. Namun betapa terkejut Ivan saat mengetahui bahwa paket itu hanya berisi dua bungkus tisu basah.
© Dream
Marah karena menjadi korban penipuan, Ivan mengajukan laporan ke polisi dan menghubungi layanan pelanggan untuk mengembalikan barang dan meminta uangnya.
Dia juga mengembalikan dua bungkus tisu basah tersebut kepada pihak situs belanja online.
Pada tanggal 16 Januari dia telah menghubungi layanan kurir untuk memastikan barang-barang yang dikembalikan ke situs belanja online telah diterima.
Namun, sampai hari ini, situs belanja online sepertinya berusaha tutup mulut. Mereka tidak segera melaporkan adanya berita atau perkembangan kasus tersebut ke Ivan.
" 24 Februari ini genap dua bulan saya tidak mendapat informasi apapun dari situs belanja online itu. Saya tidak sangka begini cara situs belanja online terkenal itu memperlakukan pelanggan mereka," katanya.
(Sumber: Mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya