Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Ular Paling Mematikan Kedua Di Dunia Di Dalam Kotak Makan. (Foto: IBT Media)
Dream - Seorang ibu di Australia Selatan mendapat kejutan paling mengerikan saat membuka kotak makan anaknya. Dia tak menyangka jika seekor bayi ular berbisa bersembunyi di kotak makan siang anaknya.
Bayi ular berjenis ular coklat atau eastern brown snake itu adalah reptil asli Australia Selatan. Ular coklat dianggap oleh beberapa ahli sebagai ular paling berbisa kedua di dunia.
Halaman Facebook, Snake Catchers Adelaide, mengeposkan foto penemuan bayi ular berbisa tersebut dan telah mengirim fotonya untuk identifikasi.
" Ini benar-benar bukan apa yang Anda harapkan jika anak itu memakan buahnya," tulis Snake Catchers Adelaide.
Foto yang diunggah tersebut memperlihatkan ular mungil itu sedang bersembunyi di dalam kotak makan siang warna oranye dan ungu.
Australian Geographic pada tahun 2017 menyebutkan meski usianya masih belia dan ukurannya kecil, bayi ular coklat memiliki potensi yang sama berbahayanya dengan yang dewasa.
© Dream
Dream - Dalam sebuah wawancara dengan BBC, penjinak reptil Rolly Burrell mengatakan bahwa ular tersebut dikeluarkan dari rumah ibu tersebut tanpa insiden.
Burrell meminta ibu itu untuk segera menutup kotak makan itu dan membawanya keluar setelah menghubunginya untuk meminta bantuan.
" Sangat beruntung ibu itu melihat ular tersebut. Anak kecil mungkin tidak akan merasakan gigitan dari sesuatu yang begitu kecil," kata Burrell kepada BBC.
Burrell menambahkan bahwa ular coklat memang sedang memasuki musim menetas sepanjang tahun ini.
Organisasi yang dikelolanya telah menerima banyak permintaan bantuan musim ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
" Kami menerima sekitar 50 sampai 60 panggilan sehari dan mereka semua adalah bayi ular coklat," katanya.
© Dream
Dream - Ular coklat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan, padang rumput, padang savana dan lingkungan lainnya di Australia Selatan.
Live Science melaporkan reptil yang bisa bergerak cepat ini paling aktif di siang hari. Itulah sebabnya kasus pertemuan manusia dengan ular ini sangat tinggi di Australia dibandingkan dengan jenis ular lainnya.
Pada tahun 2017, The Guardian melaporkan bahwa sebagian besar korban gigitan ular mematikan ini di Australia terjadi di dekat atau di rumah mereka.
Ular coklat bertanggung jawab atas 23 dari 35 korban jiwa yang dicatat oleh Sistem Informasi Kematian Nasional Australia sejak tahun 2000.
(Sumber: Newsweek.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya