Sabtu, 7 November 2026 Cari
Lifestyle

Kenapa Hippopotamus Disebut Kuda Nil? Namanya Keliru di Dua Bagian

Sabtu, 7 November 2026 12:00
Kenapa Hippopotamus Disebut Kuda Nil? Namanya Keliru di Dua Bagian

© Pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz

Kata hippopotamus berasal dari bahasa Yunani yang berarti kuda sungai. Terjemahan menjadi kuda nil berasal dari terjemahan Bahasa Belanda yang kemudian masuk ke Bahasa Indonesia.

DREAM.CO.ID - Dalam bahasa Indonesia, hippopotamus dikenal sebagai kuda nil. Namanya terdengar jelas, tapi ada dua masalah. Hewan ini bukan kuda, dan ia tidak hanya hidup di Sungai Nil. Meski begitu, nama itu punya sejarah panjang yang bisa ditelusuri sampai Yunani kuno.

Kata hippopotamus berasal dari bahasa Yunani. Hippopotamos tersusun dari hippos yang berarti kuda dan potamos yang berarti sungai, jadi secara harfiah “kuda sungai”. Herodotus memakai istilah hippos potamios dalam catatannya tentang hippopotamus di Mesir.

Orang Yunani yang bepergian ke Mesir melihat hewan besar dan bertubuh bulat ini berkubang di sungai, lalu mencari padanan di antara hewan darat yang mereka kenal. Kuda adalah salah satu hewan darat terkuat yang mereka tahu, sehingga nama itu dipinjam, meski tidak ada kemiripan fisik.

Dari Yunani, kata itu bergerak ke Latin, lalu ke bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Inggris menyerapnya pada abad ke-16 dan menyingkirkan bentuk Inggris Pertengahan ypotame. Bentuk singkat “hippo” baru tercatat pada 1872.

1 dari 2 halaman

Lalu Datang Kata “Nil”

Kata “Nil” muncul di bahasa lain. Jerman punya dua sebutan, Flusspferd dan Nilpferd, yaitu kuda sungai dan kuda Nil. Bahasa Belanda memakai nijlpaard. Seorang peneliti satwa liar mencatat bahwa hippo di Sungai Nil disebut “Nylperd” atau kuda Nil.

Bentuk “kuda nil” dalam bahasa Indonesia sejajar dengan Nilpferd dan nijlpaard. Jalur serapannya kemungkinan lewat bahasa Belanda pada masa kolonial, tapi belum ada catatan etimologi yang menegaskannya.

Penyebutan Nil masuk akal secara historis. Hippopotamus pernah menjelajah sampai sejauh Mesir di utara, dan Sungai Nil adalah tempat pertama orang Eropa dan Yunani bertemu dengannya. Kini hippopotamus sudah punah di Mesir. Hewan ini sekarang hidup di Afrika sub-Sahara, di sungai, danau, dan rawa bakau. Jadi “Nil” merekam tempat pertemuan pertama, bukan kediaman utamanya hari ini.

Pola serupa muncul di bahasa lain. Mandarin menyebutnya 河马 (hémǎ), kuda sungai, dan Burma memakai ရေမြင်း, yang berarti kuda air. Banyak bahasa mengulang cara berpikir yang sama: hewan air besar yang dikaitkan dengan kuda.

2 dari 2 halaman

Bukan Kuda, Lebih Dekat ke Paus

Pertanyaan berikutnya wajar: kalau bukan kuda, hippopotamus kerabat siapa? Jawabannya mengejutkan. Peneliti Jean-Renaud Boisserie mengatakan bentuk tubuh hippopotamus bisa mengarah ke kuda, seperti pikiran orang Yunani, atau babi, seperti dugaan ilmuwan modern. Namun analisis molekuler menunjukkan hubungan dekat dengan paus.

Kerabat hidup terdekat hippopotamus adalah cetacea, yaitu paus, lumba-lumba, dan porpoise. Garis keturunan keduanya berpisah sekitar 55 juta tahun lalu. Nenek moyang bersama hippopotamus dan paus memisahkan diri dari ruminansia dan hewan berkuku genap lainnya, lalu kedua garis itu berpisah tak lama setelahnya.

Hewan yang disebut kuda ini sebenarnya lebih dekat kerabatnya dengan paus daripada dengan kuda mana pun. Sebuah kamus yang menjelaskan asal kata ini pun menyinggung bahwa nama paling tepat sebenarnya semacam “paus darat”.

Ironi lainnya, bagian “sungai” dari namanya justru tepat. Hippopotamus nyaris selalu hidup di dekat air dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalamnya. Orang Yunani keliru memilih hewan pembanding, tapi benar soal habitatnya. Nama kuda nil tetap bertahan karena sudah terlalu lama dipakai, bukan karena akurat.

Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami