7 Bencana Tsunami Paling Merusak Dalam Sejarah, Dari Indonesia Hingga Jepang

Reporter : Sugiono
Kamis, 27 Desember 2018 09:01
7 Bencana Tsunami Paling Merusak Dalam Sejarah, Dari Indonesia Hingga Jepang
Inilah bencana tsunami paling merusak yang tercatat dalam sejarah, mulai tsunami Aceh di Indonesia hingga Tohoku di Jepang.

Dream - Banyak pihak yang tidak menduga datangnya bencana tsunami Anyer pada hari Sabtu malam, 22 Desember 2018 kemarin.

Bencana tsunami Anyer yang disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau itu datang tanpa peringatan dini sama sekali.

Kondisi ini yang menyebabkan masyarakat di sekitar lokasi terdampak tsunami tak sempat melakukan evakuasi.

Kepala Pusat dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan Indonesia belum memiliki bouy tsunami yang merupakan alat peringatan dini tsunami yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunung berapi.

Meski sebagian besar disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik selama terjadi gempa bumi. Bencana tsunami bisa dipicu oleh longsor di bawah laut dan erupsi gunung berapi.

Salah satunya adalah bencana tsunami Anyer yang dipicu oleh longsor di bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bencana tsunami sudah sering terjadi di sepanjang sejarah manusia. Wilayah yang paling sering mengalami bencana tsunami adalah Jepang.

Namun tsunami Anyer termasuk sebagai bencana tsunami paling merusak karena memporak-porandakan beberapa daerah pesisir pantai sekaligus.

Tidak itu saja, ciri bencana tsunami paling merusak lainnya adalah menyebabkan ratusan hingga ribuan korban jiwa melayang, sementara yang lain hilang.

Bencana tsunami paling merusak juga bisa mengakibatkan kerugian harta benda yang tak sedikit. Kerugiannya bisa mencapai puluhan triliun, bahkan ribuan triliun.

Ambil contoh bencana tsunami paling merusak yang melanda Tohoku, Jepang, pada 2011. VOA menyebutkan total kerugiannya mencapai US$309 miliar (Rp4.509,85 triliun) kala itu.

Bencana tsunami paling merusak lainnya adalah yang melanda Aceh dan sekitarnya pada tahun 2004. Kala itu, bencana tsunami menghilangkan hingga 230 ribu nyawa. Di Indonesia, korban jiwa mencapai hampir 170 ribu orang.

The Guardian mencatat akibat bencana tsunami yang paling merusak ini, Indonesia mengalami kerugian mencapai US$4,4 miliar (Rp64,22 triliun).

Karena hanya sedikit data historis tentang ukuran gelombang tsunami, para ilmuwan mengurutkan tsunami paling merusak menurut jumlah kerusakan yang diakibatkannya.

Inilah 7 bencana tsunami paling merusak yang tercatat dalam sejarah, mulai tsunami Aceh di Indonesia hingga Tohoku di Jepang.

Bencana Tsunami Paling Merusak Dalam Sejarah

1. Aceh, Indonesia - 26 Desember 2004

Anak Korban Tsunami Aceh© Shutterstock

Gempa berkekuatan 9,1 SR terjadi di lepas pantai Sumatera diperkirakan terjadi di kedalaman 30 kilometer. Zona sesar yang menyebabkan tsunami diperkirakan sepanjang 1.300 km, yang secara vertikal memindahkan dasar laut beberapa meter di sepanjang zona sesar tersebut.

Akibat gempa berkekuatan besar tersebut, tercipta tsunami setinggi 50 meter dan masuk ke daratan sejauh 5 km di Meubolah. Sejumlah saksi mata di seluruh dunia melaporkan adanya kenaikan tinggi gelombang air laut, termasuk tempat-tempat di Amerika Serikat, Inggris dan Antartika.

Kejadian ini merupakan salah satu bencana tsunami paling merusak dan mematikan mematikan sepanjang sejarah Indonesia.

Bencana tsunami ini menghilangkan hingga 230 ribu nyawa. Di Indonesia, korban jiwa mencapai hampir 170 ribu orang. Indonesia mengalami kerugian mencapai US$4,4 miliar (Rp64,22 triliun).

2. Pantai Pasifik Utara, Jepang - 11 Maret 2011

Bencana tsunami paling dahsyat dan merusak berikutnya melanda lepas pantai Samudera Pasifik, tepatnya wilayah timur Sendai, Honshu, Jepang. Tsunami dahsyat melaju dengan kecepatan 800 km per jam dengan gelombang setinggi 10 m, menewaskan lebih dari 18.000 orang. Tsunami disebabkan oleh gempa berkekuatan 9,0 yang mencapai kedalaman 24,4 km.

Gempa dan tsunami ini merupakan gempa terbesar keempat yang pernah tercatat. Sekitar 452.000 orang dipindahkan ke tempat pengungsian, dan masih tetap tidak bisa kembali ke rumah mereka hingga sekarang.

Tsunami dahsyat ini menyebabkan pemerintah menerapkan darurat nuklir, di mana pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi mulai membocorkan uap radioaktif. Bank Dunia memperkirakan bahwa Jepang butuh waktu hingga lima tahun untuk mengatasi kerugian US$235 miliar secara finansial.

1 dari 2 halaman

Letusan Gunung Krakatau dan Tsunami Setinggi 37 Meter

3. Lisbon, Portugal - 1 November 1755

Gempa berkekuatan 8,5 SR menyebabkan tiga tsunami dahsyat setinggi 30 m di berbagai kota di sepanjang pantai barat Portugal dan Spanyol selatan. Gelombang tsunami dirasakan hingga sejauh Carlisle Bay di Barbados, dengan ketinggian dilaporkan naik 1,5 m.

Gempa bumi dan tsunami terebut menewaskan 60.000 orang di Portugal, Maroko dan Spanyol.

4. Krakatau, Indonesia – 27 Agustus 1883

Gunung Anak Krakatau Mengeluarkan Asap.© Shutterstock

Tsunami dahsyat yang baru terjadi pada 22 Desember 2018 sebenarnya masih berkaitan dengan letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883. Akibat letusan tersebut tercipta bencana tsunami dahsyat yang paling merusak dalam sejarah hingga menghancurkan kota-kota di Jawa Barat dan Sumatera.

Beberapa kali wilayah tersebut diterjang tsunami yang sangat dahsyat. Dengan tsunami mencapai ketinggian 37 meter, sebanyak 36.000 orang menjadi korban.

Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau juga menyebabkan pantai di Bombay, India hilang, dan seorang korban di Sri Lanka meninggal. Pasca letusan tersebut, Gunung Krakatau hancur sama sekali.

Mulai tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelahnya, muncul gunung api yang dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.

 

2 dari 2 halaman

Bencana Dahsyat di Era Sebelum 1900-an

5. Nankaido, Jepang – 28 Oktober 1707

Gempa bumi berkekuatan 8,4 SR menyebabkan tsunami setinggi 25 m di lepas pantai Pasifik di Kyushyu, Shikoku dan Honshin. Osaka juga rusak. Sebanyak hampir 30.000 bangunan rusak dan sekitar 30.000 orang tewas. Dilaporkan bahwa sekitar puluhan tsunami muncul antara jam 3 dan 4 sore. Beberapa di antaranya bahkan sampai masuk beberapa kilometer ke daratan di Kochi.

6. Sanriku, Jepang – 15 Juni 1896

Tsunami muncul setelah gempa berkekuatan 7,6 SR diperkirakan terjadi di lepas pantai Sanriku, Jepang. Tsunami akhirnya mencapai Shirahama dengan ketinggian 38,2 m. Tsunami menyebabkan kerusakan pada lebih dari 11.000 rumah dan menewaskan sekitar 22.000 orang.

Gelombang tsunami juga telah mencapai pantai timur China, menewaskan sekitar 4.000 orang dan merusak pertanian lokal.

7. Chile Utara – 13 Agustus 1868

Pada 13 Agustus 1868, dua gempa bumi dengan kekuatan 8,5 SR terjadi di lepas pantai Arica, Peru (sekarang Chile). Tsunami pun muncul di Samudra Pasifik dengan ketinggian 21 meter. Bahkan dilaporkan mencapai Hawaii, Jepang, Australia, dan Selandia Baru yang berlangsung antara dua dan tiga hari.

Gempa ini menyebabkan kerusakan merata di hampir seluruh Chile. Korban meninggal dunia akibat tsunami Chile ini sekitar 25.000 orang.

Kerusakan fisik yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami Chile totalnya mencapai sekitar US$ 300 juta.

Sumber: Australian Geographic

Beri Komentar