Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selebritis Live Streaming Sedang Booming Di China. (Foto: Next Shark)
Dream – Tren media sosial telah bergeser ke konten video yang disajikan secara live oleh para pengguna internet. Ya, menyiarkan video secara langsung sekarang sudah bukan milik para selebriti saja.
Fenomena siaran langsung seperti itu juga tengah booming di China. Bahkan, menjadi selebriti melalui layanan live streaming merupakan mata pencaharian baru di negara Tirai Bambu.
Penghasilan dan ketenaran merupakan daya tarik utama dari fenomena ini. Bayangkan! Seorang selebriti bisa menghasilkan pendapatan puluhan juta per bulan, kadang-kadang bisa ratusan juta untuk sekali siaran.
Para selebriti live streaming ini di China dikenal dengan sebutan wang hong. Keberadaan para wang hong dengan bayaran fantastis ini tentu saja menarik perhatian banyak orang.
Sayang, hanya sedikit yang ingin tahu apa yang dilakukan para wang hong ini di balik layar. Ternyata kehidupan seorang wang hong tidak seindah dan menyenangkan seperti kelihatannya.
Salah satunya Fan Fan. Dilansir dari Next Shark, Senin 18 Desember 2017, gadis cantik 26 tahun ini bekerja sedikitnya 10 jam sehari untuk menghibur penggemarnya di dunia maya.
Dalam sebuah wawancara dengan South China Morning Post, Fan berbagi betapa stres kehidupan seorang selebriti live streaming.
Dia harus menjalani operasi bedah plastik untuk memastikan penampilannya selalu menarik. Fan Fan tidak sendiri di sana.
Seperti banyak wang hong lainnya, Fan mendapatkan hadiah virtual dari para penggemar untuk setiap penampilannya. Hadiah virtual itu kemudian bisa ditukar dengan uang betulan. Fan, yang mengaku berusia di atas 23 tahun kepada penggemarnya, mengatakan, " Usia, wajah dan bentuk tubuh adalah tiga faktor kunci utama untuk berhasil jadi wang hong.
" Tidak peduli seberapa keras kami mencoba, kami hanya bisa mencari nafkah melalui live streaming selama lima tahun saja."
Fan bangun jam 9 pagi dan bekerja sampai tengah malam. Di sela siaran langsung —yang memakan waktu hingga enam jam— dia membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menyiapkan pakaian, rambut dan riasan.
Yang lebih penting, dia harus mempertahankan keterlibatannya di media sosial, di mana sekitar 400.000 penggemarnya menunggu hiburan darinya. Dengan lebih dari 100 platform live streaming di China, Fan hanyalah salah satu dari banyak selebriti yang tak terhitung jumlahnya. Mereka memperkuat ekonomi yang booming dengan nilai investasi mencapai 100 miliar yuan (Rp28,7 triliun).
Terdapat sekitar 3,5 juta wang hong yang bersaing untuk mendapatkan perhatian. Jadi, tidak mengherankan bila mendengar cerita tentang mereka yang melakukan hal-hal ekstrem menari di jalanan, tidur di IKEA dan menggantung di atas gedung pencakar langit.
" Wajah menarik dan tubuh indah tidak cukup. Ketika saya mulai live streaming pada tahun 2015, tidak banyak persaingan. Kini siapapun dengan smartphone bisa live streaming. Jadi Anda hanya punya waktu semenit atau paling tidak sedetik untuk memberi kesan dan menghibur penggemar baru," kata Fan.
Berujung kematian....
© Dream
Dream - Haus perhatian seperti itu mengingatkan kita pada kasus kematian seorang 'Penantang Maut' China pertama, Wu Yongning.
Kematiannya sungguh tragis. Dia jatuh dari gedung berlantai 62 dengan kamera yang masih merekam aksinya.
Keluh kesah juga datang dari Lele Tao. Wanita yang dijuluki Dewi Online ini berpenghasilan 450 ribu dolar Hong Kong setiap tahunnya. Dia mulai melakukan live stream sejak berusia 18 tahun.
Tidak seperti Fan yang tidak terikat perusahaan, Lele bekerja untuk sebuah perusahaan. Kepada BBC, dia mengungkapkan betapa dia selalu merasa stres setiap saat.
" Aku merasakan tekanan karena semakin banyak saja gadis yang terjun ke bisnis ini. Dulu aku bisa live streaming 10 jam lebih setiap harinya. Karena selalu ada yang lebih cantik dan lebih baik setiap harinya, aku semakin harus bekerja keras supaya disukai banyak orang," katanya.
Karena bekerja untuk perusahaan, dia tidak live streaming dari kamar tidurnya. Tapi dari sebuah bangunan bersama wang hong lainnya. Dia juga harus latihan sebelum siaran, dan setelah itu, bekerja tanpa istirahat.
" Siapa pun yang ingin sukses harus mengikuti tren terbaru dan tidak pernah berhenti belajar. Karena itulah menjadi wang hong adalah pekerjaan yang menegangkan dan melelahkan," kata Lele.
Lu Mingming, seorang pemula berusia 25 tahun, setuju dengan kata-kata Lele. Dia mengatakan kepada Washington Post bahwa bagian tersulit dari pekerjaannya adalah mengumpulkan energi agar selalu tampak senang berjam-jam, tujuh hari seminggu.
Syukurlah, penggemarnya hanya ingin mendengar lagu yang sama berulang-ulang. " Mereka ingin melihatku menyanyi dari hati," kata Lu.
Mata pencaharian sebagai wang hong memang menghasilkan banyak uang. Tapi ada pengorbanan yang harus mereka bayar untuk mendapatkan hadiah virtual yang semakin lama semakin mahal.
Untuk memastikan kesuksesan dalam jangka panjang dan dalam skala yang lebih besar, mereka harus berusaha keras dan kreatif.
Fan mengakui bahwa ketenaran tidak berlangsung selamanya, dan dia berharap bisa mengubah kariernya.
" Saya secara aktif mencari cara baru menghasilkan uang karena perubahan jalur karir tidak bisa dihindari. Saya telah melakukan investasi di bidang restoran. Selain itu saya berusaha untuk meningkatkan basis penggemar saya di Weibo untuk mengubah diri saya menjadi blogger mode,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya