Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Sopir Taksi Tetap Kerja Meski Bergantung Pada Tabung Oksigen. (Foto: Facebook Nongying Chuaibamrung)
Dream - Baru-baru ini, kisah seorang sopir taksi yang terserang berbagai penyakit telah menyentuh hati netizen Thailand.
Kisah sedihnya viral ketika salah satu penumpang bernama Nongying Chuaibamrung mengunggah postingan di Facebook pada 26 Agustus lalu.
Cerita dimulai saat Nongying mulai naik taksi. Saat memasuki mobil, Nongying sedang melakukan panggilan menggunakan ponselnya.
Ketika taksi berjalan, dia baru sadar sopirnya mengemudikan mobil dengan sangat lambat sehingga membuatnya mulai merasa kesal.
Namun, ketika sopir itu meminta bantuan untuk memeriksa apakah tabung oksigen di belakang kursinya bergelembung, Nongying langsung sedih.
Khawatir melihat kondisi sang sopir, dia memeriksa tabung oksigen tersebut. Nongying kemudian bertanya kepada sopir itu dan mendapat jawaban yang memilukan.
" Saya menderita banyak penyakit. Mata saya kurang jelas dan ginjal saya juga tidak berfungsi dengan baik.
" Saya harus melakukan cuci darah bahkan ketika sedang mengemudi. Karena paru-paru saya berair, saya perlu membawa tangki oksigen," kata sopir taksi tersebut.
Ketika Nongying bertanya lebih lanjut, pria itu berkata bahwa dia sekarang tinggal sendirian di kamar kontrakan.
Pemerintah hanya memberinya 800 baht (Rp377 ribu) sebulan, sedangkan dia harus membayar sewa dan kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, untuk menambah penghasilan, dia terpaksa menyewa taksi agar bisa menghasilkan uang.
Setelah mendengar kisah bapak sopir itu, Nongying sangat terharu. Dia memberikan uang tambahan kepada pria itu.
Nongying juga meminta izin agar kisah sopir itu bisa viral di media sosial dengan harapan banyak orang akan memberi bantuan.
Setelah postingan tersebut viral, netizen akhirnya berhasil mengetahui nama sopir taksi itu, Sumeth Singpun.
Sumeth selalu mengemudikan taksi secara perlahan. Jika merasa tidak enak badan saat mengemudi, dia akan meminta izin untuk berhenti sebentar.
Menurut Sumeth, selain penyakit ginjal dan paru-paru basah, dia juga menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Sumeth juga telah kehilangan beberapa ruas jari dan kakinya juga bengkak akibat dari penyakit yang dideritanya.
Channel 3 Thai News mengabarkan bahwa Sumeth memiliki seorang anak tetapi gaji bulanannya sangat kecil. Sehingga anaknya hanya dapat memberinya sedikit uang setiap bulan.
Yang lebih menyedihkan lagi, Sumeth sudah menjual ponselnya, sehingga lebih sulit untuk menghubungi anaknya.
Karena kisahnya yang viral, banyak orang yang mengunjungi Sumeth untuk memberikan bantuan. Akun donasi untuk Sumeth sampai saat ini berjumlah 1.189.487 baht (Rp561 juta) dan sekarang ditutup.
Sumeth mengatakan bahwa uang itu akan digunakan untuk membeli rumah kecil agar dia tidak kehilangan rumahnya, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Biaya pengobatannya ditanggung.
Sumeth menambahkan bahwa tidak akan melanjutkan pekerjaannya sebagai sopir taksi karena banyak orang yang menyarankan agar dia berhenti.
Sumber: Lobak Merah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan