Transplantasi Pertama di Dunia, Jantung Babi ke Manusia

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 16 Januari 2022 14:52
Transplantasi Pertama di Dunia, Jantung Babi ke Manusia
Bedah dilakukan pasien usia 57 tahun.

Dream - Sejarah di dunia medis terukir setelah ahli bedah berhasil melakukan transplantasi jantung babi ke manusia. Operasi transplantasi ini dilakukan pasien berusia 57 tahun bernama David Bennett.

Menurut dokter, kondisi David Bennett terlalu parah untuk memenuhi syarat mendapat transplantasi jantung manusia sehingga ia harus menjalani cangkok organ dari babi.

Source Photo: University of Maryland Medical Center© Source Photo: University of Maryland Medical Center

Prosedur operasi eksperimental itu dilakukan selama tujuh jam. Tiga hari setelah operasi, pria asal Maryland itu mulai membaik.

Dilansir dari Live Science, jantung babi yang ditransplantasi telah dimodifikasi secara genetik. Hal ini dipuji karena menjadi langkah maju yang besar dalam upaya selama beberapa dekade untuk berhasil mentransplantasikan organ hewan ke manusia.

 

1 dari 6 halaman

Pernah Dilakukan Transplantasi dari Babon

Source Photo: University of Maryland Medical Center© Source Photo: University of Maryland Medical Center

Sebelumnya pada 1984, salah satu subjek paling awal yang dikenal sebagai Baby Fae bertahan selama 21 hari dengan jantung babon. Praktik tersebut tidak digunakan lagi karena organ hewan biasanya dengan cepat ditolak oleh inang manusianya.

Dokter mengatakan transplantasi jantung babi ini merupakan terobosan karena jantung babi telah menjalani modifikasi genetik untuk menghilangkan jenis gula tertentu.

 

2 dari 6 halaman

Harapan Bennet Sebelum Operasi

Source Photo: University of Maryland Medical Center© Source Photo: University of Maryland Medical Center

Sebelum melakukan operasi, Bennet mengerti risiko yang akan terjadi. Namun ia melakukan hal ini karena ingin tetap hidup dan ini menjadi pilihan terakhirnya.

" Baik mati atau melakukan transplantasi ini. Saya ingin hidup. Saya tahu ini adalah hal yang mengejutkan tapi itu pilihan terakhir saya," kata Bennett sehari sebelum operasinya.

" Saya berharap untuk bangun dari tempat tidur setelah saya pulih," tutupnya.

3 dari 6 halaman

Minum Air Terlalu Banyak Bisa Bebani Kerja Jantung

Dream - Selain berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, setiap orang juga harus memenuhi asupan cairan tubuh. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk minum air mineral dua liter atau delapan gelas setiap hari.

Namun, tidak semua orang harus minum air putih dengan takaran yang sama. Khususnya, penderita penyakit jantung. Pasalnya, minum air atau memiliki asupan cairan tubuh terlalu banyak bisa membebani kerja jantung.

" Kalau mengalami lemah atau gagal jantung, jangan minum terlalu banyak. Kalau minum banyak, kerja jantung juga tambah tinggi," ujar Antonia Anna Lukito, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Lippo Village, dalam sesi diskusi Deteksi Dini Jantung, Kamis 18 November 2021.

4 dari 6 halaman

Gejala gagal jantung

Mengalami Penyakit Jantung© Shutterstock

Adapun gejala gagal jantung di antaranya adalah pusing, merasa ingin pingsan berulang, mendadak mual, merasa kembung, ingin muntah meski tidak memiliki riwayat penyakit maag, napas mendadak tidak lega walaupun menjalani aktivitas ringan, dan keringat dingin sebesar biji jagung.

Namun, sebenarnya gagal jantung maupun penyakit kardiovaskular lainnya bisa menyebabkan meninggal mendadak tanpa gejala. Sehingga, harus melakukan deteksi dini dan medical check up secara rutin.

5 dari 6 halaman

Hanya bisa mengonsumsi cairan dengan kadar tertentu

Jika sudah melakukan pemeriksaan USG, ekokardiografi, biomarker jantung, serta CT scan atau MRI dan didiagnosa mengidap gagal jantung, kemungkinan besar kamu perlu membatasi asupan cairan tubuh.

Minum Air© Shutterstock

Terlalu banyak cairan juga tidak hanya bersumber dari konsumsi air mineral atau jenis minuman lainnya. Makanan yang mengandung banyak cairan, seperti semangka dan timun juga bisa berpotensi membebani kerja jantung.

Oleh karena itu, konsumsi cairan maupun minuman dibatasi pada pasien pengidap penyakit jantung. Umumnya, pasien disarankan hanya mengonsumsi 1000-1500cc per hari.

" Asal nggak cheating dengan buah atau sayur, ya," tambah Anna. Ia pun menambahkan bahwa ukuran tersebut masih lebih banyak daripada kadar cairan tubuh bagi pasien gagal ginjal yang hanya boleh mengonsumsi 600cc per hari.

6 dari 6 halaman

Trik mengatasi rasa haus dan membatasi konsumsi cairan tubuh

Membatasi konsumsi cairan bukanlah hal mudah. Apalagi, bagi orang yang mudah kehausan. Maka dari itu, Anna pun memberikan tips untuk bisa mengatasi kehausan dan membatasi konsumsi cairan.

" Sebenarnya, yang haus itu hanya rongga mulut ke tenggorokan. Badannya fine-fine saja. Selama kencing lancar dan bening, berarti nggak kekurangan cairan. Jadi kalau haus, cukup kumur. Mungkin, teguk saat kumur terakhir saja baru diminum" .

Di samping menjaga asupan cairan tubuh, kamu juga tetap harus menjalani pola hidup sehat, minum obat yang dianjurkan secara rutin, serta berkonsultasi ke dokter spesialis jantung untuk memantau kesehatan secara berkala.

Beri Komentar