Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Aktivis Muslimah Asal Australia Yassmin Abdel-Magied (Foto: Twitter)
Dream - Muslimah aktivis asal Australia, Yassmin Abdel-Magied, diundang untuk menyampaikan pidato di di PEN World Voices Festival di New York, Amerika Serikat, pekan depan. Tetapi, baru tiga jam menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam itu, Yassmin langsung dideportasi.
Yassmin kemudian menyebarkan kabar buruk yang dia alami lewat Twitter. Dia bercerita mendapatkan penolakan dari imigrasi Minneapolis.
Koresponden New York Times untuk Sidney, Australia, Isabella Kwai mengatakan telah berbincang dengan Yassmin tepat sebelum peristiwa deportasi pada Rabu, 11 April waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Kwai mendapat informasi mengenai petugas imigrasi AS mengklaim visa kunjungan B1/B2 yang digunakan Yassmin adalah merupakan visa yang salah untuk statusnya sebagai pembicara.
Anehnya, Yassmin masuk ke AS belum dalam posisi menjadi pembicara. Diwartakan news.com.au, dalam cuitan yang dibuatnya, Kwai mengatakan perwira imigrasi menyebut "wilayah abu-abu dalam hukum imigrasi".
They’ve taken my phone, cancelled my visa and are deporting me. Will follow up on messages once I understand what’s going on. https://t.co/uT61v8cZXG
— Yassmin Abdel-Magied (@yassmin_a)April 11, 2018
CEO PEN Amerika, Suzanne Nossel mendesak pihak berwenang untuk mengizinkan Yassmin berpartisipasi dalam acara yang akan membahas kehidupan wanita Muslim itu.
“Kami kecewa, tamu undangan Festival tahunan Dunia PEN di New York, yang dimulai pada Senin, Yassmin Abdel-Magied, merupakan pendiri sebuah organisasi yang disebut Youth Without Borders, ditolak oleh pejabat Imigrasi AS di Minneapolis, kabarnya ponsel dan paspornya disita, dan dikembalikan ke pesawat ke Amsterdam,” kata Nossel dalam sebuah pernyataan.
"We call on Customs and Border Patrol to admit @yassmin_a to the U.S. so that she can take her rightful place in the urgent international conversation to take place at the @PENworldvoices Festival next week." https://t.co/QjazQRoPPH
— PEN America (@PENamerican)April 12, 2018
“Abdel-Magied adalah seorang pembela hak-hak wanita Muslim serta pengungsi dan merupakan warga negara Australia, bepergian dengan paspor negara itu," kata Nossel.
(Beq)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
