Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Mescidi Aksa Yang Dicorat-coret Pendukung Kelompok Teror (Foto: Anadolu Agency)
Dream - Sebuah masjid di ibukota Jerman, Berlin, menjadi target vandalisme. Pengurus masjid menduga para pelakunya adalah para pendukung organisasi teroris.
Para penyerang menulis slogan-slogan di jendela Masjid Mescid-i Aksa yang dikelola oleh Persatuan Islam-Turki untuk Hubungan Agama (DITIB). Jendela masjid dicat menggunakan warga kuning, merah, dan hijau, menyerupai bendera organisasi teror Kurdistan.
Dilaporkan Anadolu Agency, kelompok PYD/PKK mengklaim bertanggung jawab atas serangan sejak 20 Januari 2018. Serangan itu merupakan balasan atas perlawanan terhadap teroris yang dilakukan Turki di Suriah.
PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993, namun tetap menjalankan aktivitasnya. Kelompok ini diperkirakan punya sekitar 14.000 pengikut, di antaranya penduduk imigran Kurdi di Jerman.
Pemerintah Turki telah lama mengkritik sikap Jerman karena tidak mengambil langkah-langkah serius terhadap PKK dan cabang Suriah PYD. Seban, dua organisasi itu menggunakan Jerman sebagai lokasi untuk kegiatan penggalangan dana, rekrutmen, dan propaganda.
Komunitas Turki di Jerman berjumlah sekitar 3 juta orang. Mereka terdiri dari generasi kedua dan generasi ketiga.
Beberapa di antara warga keturunan Turki itu telah mengantongi kewarganegaraan Jerman.
Seperti diketahui, Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari Afrin, Suriah barat laut.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya