Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Sumber: Tiktok.com/tariknafasbuang
Dream - Banyak sekali hal yang dilalui seorang mahasiswa tingkat akhir saat menyelesaikan skripsinya, mulai dari proses bimbingan dan revisi yang dilakukan berkali-kali hingga berhasil melakukan sidang akhir.
Salah satu yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa tingkat akhir adalah saat mereka harus mencetak skripsi sebelum bimbingan.
Meski saat ini folder skripsi bisa dikirimkan secara digital, masih banyak dosen pembimbing yang meminta bentuk fisik skripsi mahasiswanya. Biasanya dengan alasan lebih mudah saat dikoreksi dan memberikan revisinya.

Karena bimbingan dan revisinya itu dilakukan berulang kali, maka seorang mahasiswa tingkat akhir perlu mencetak draft skripsinya dalam jumlah yang banyak.
Bagi seorang mahasiswa, pengeluaran untuk ngeprint skripsi saat bimbingan tentu cukup menguras kantong.
Saat telah selesai sidang dan berhasil lulus, biasanya baru akan disadari bahwa tumpukan kertas revisi skripsi terlihat banyak sekali. Seperti pada video yang diunggah akun TikTok @tariknafasbuang.

Video itu memperlihatkan saat seseorang ingin menjual setumpuk revisi skripsinya yang sudah dimasukkan ke dalam kantong kresek putih. Tumpukan kertas itu ia jual ke tukang rongsok.
Dalam video itu, terlihat tumpukan revisi skripsi yangs edang ditimbang itu mencapai lebih dari 8kg. Sementara di lantai masih terdapat tumpukan kertas di tiga kantong plastik besar.

Disebutkan dalam keterangan videonya bahwa tumpukan revisi skripsi itu terjual dengan harga Rp21 ribu oleh tukang rongsokan.
Video ini pun viral di media sosial dan telah ditonton sebanyak lebih dari 1,8 juta kali. Tak hanya itu, banyak warganet yang ikut memberikan respon di kolom komentarnya.
“ ga adil cuman dapet 21k, padahal buat ngprint itu bisa dapet ip 14 😭😭😭🗿,” tulis akun @_dddonnaaaaa.
“ ngeprint abis ratusan rebu bahkan 1 jutaan di jual 21k 😂,” tulis akun @gaada orang nya.
“ Punya gue dari yg sebelum sempro, ampe yg revisi setelah sidang gue bawa pulkam, gue simpen di lemari sebagai kebanggaan kalau gue pernah nangisin itu,” tulis akun @ok.
“ gua dapet 30k dan sangat sangat ga balik modal,” tulis akun @zidaulya.
“ aku sampe beli printer, eh beli kertasnya capek bgt berkali kali 😭😵💫,” tulis akun @Jungkook's wife di kolom komentar.
@tariknafasbuang Lumayan dapat 21k😂
♬ dumb dumb - sped up - mazie
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

