Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IIlustrasi Qatar Airwas (foto: Mirror.co.uk)
Dream - Yunani telah membatalkan seluruh penerbangan menuju dan dari Qatar. Pembatalan dilakukan setelah ditemukan penumpang yang terbang dari Doha ke Athena yang terinfeksi virus corona.
Sejumlah penumpang Qatar Airways tersebut dinyatakan negatif Covid-19 saat dites sebelum berangkat dari Bandara Internasional Hamad, Doha. Namun, ketika menjalani tes setelah mendarat di Banadara Internasional Eleftherios Venzelos Athena, Yunani, 12 dari 91 penumpang dinyatakan positif Covid-19.
Hasil tes ini membuat otoritas penerbangan setempat kelabakan. Otoritas penerbangan Yunani terpaksa menyetop sementara penerbangan dari dan ke Qatara.
" Sebagai efeknya, penerbangan dari dan menuju Qatar disetop hingga 15 Juni 2020," jelas otoritas penerbangan Yunani, dikutip dari Mirror, 5 Juni 2020.
Namun maskapai Qatar Airways membantah kabar ini. Mereka menyebut seluruh penumpang Flight QA203 sebelum terbang dari Doha sudah menjalani tes dan hasilnya negatif Covid-19.
" Semua penumpang di bandara di Doha telah melewati pemeriksaan sebelum terbang ke Athena sesuai protokol kesehatan sebelum mereka diperbolehkan terbang," jelas maskapai Qatar Airways.
Mereka menyebut 12 penumpang yang positif bukan berasal dari penerbangan milik Qatar Airways. Sekertariat Jenderal Perlindungan Warga Qatar dalam rilisnya menyebut 1 orang berpaspor Yunani baru pulang dari Jepang. Lalu, 2 orang Yunani dari Australia, dan 9 warga Pakistan dari Gujarat, dimana mereka semua memiliki izin tinggal di Yunani.
Sebanyak 12 penumpang ini pun harus menjalani karantina selama 14 hari. Jika dalam masa karantina ada yang dinyatakan negatif, mereka tetap harus menjalani karantina selama 7 hari untuk memastikan tidak membawa virus di tubuhnya. Sementara itu, penumpang lain yang satu pesawat dengan mereka tidak dijelaskan nasibnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya