Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas membahas peta jalan pendidikan tahun 2020-2035. Dia meminta jajarannya untuk menjadikan pendidikan di Australia, Finlandia, Jerman, hingga Korea Selatan sebagai benchmarking atau tolok ukur pendidikan Indonesia.
Menurut dia, sejumlah negara sudah berhasil mengadaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan.
" Saya minta dilakukan benchmarking pada negara-negara yang telah berhasil melakukan adaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan," kata Jokowi.
" Misalnya, Australia untuk pendidikan anak usia dini, Finlandia pendidikan dasar dan menengah, di Jerman untuk pendidikan vokasi, di Korea untuk perguruan tinggi," sambungnya.
Menurut Jokowi, dunia kerja akan berbeda dalam beberapa tahun ke depan. Untuk itu, banyak negara yang mulai mengadaptasi sistem pendidikan baru dari tingkatan prasekolah, dasar, menengah, vokasi, hingga perguruan tinggi.
" Pembentukan SDM (sumber daya manusia) yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu, tapi tren masa depan," jelas Jokowi.
Jokowi menjelaskan, bahwa sistem pendidikan di empat negara tersebut sudah melakukan perubahan. Mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada penerapan otomatisasi, artificial intelligence (AI), big data, dan Internet of Things (IoT).
Jokowi juga mengatakan Indonesia perlu mengantisipasi perubahan demografi, sosial ekonomi dari populasi, dan perubahan pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel. Kemudian, perubahan lingkungan serta struktural yang sangat cepat akibat pandemi virus corona.
" Misalnya pembelajaran jarak jaruh, percepatan digitalisasi dan maupun less contact economy," ucapnya.
Jokowi ingin agar SDM unggul yang dibangun memiliki karakter nilai-nilai Pancasila. Untuk itu, dia menekankan bahwa pendidilan karakter diutamakan dalam pembangunan mental dan karakter bangsa.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya