Curi Sawit Rp76 Ribu Buat Beli Beras, Ibu 3 Anak Divonis Pidana Percobaan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Juni 2020 15:10
Curi Sawit Rp76 Ribu Buat Beli Beras, Ibu 3 Anak Divonis Pidana Percobaan
RMS dijatuhi hukuman penjara 7 hari, tetapi tak perlu dijalani selama tidak mengulangi perbuatannya dalam 2 bulan.

Dream - Ibu tiga anak berinisial RMS, (31) tak pernah menyangka tindakannya mengambil tiga tandan buah sawit (TBS) di areal perkebunan milik PTPN V di Riau bisa berujung hukuman penjara 7 hari. Nilai kerugian yang dialami perusahaan dilaporkan mencapai Rp76 ribu.    

Vonis untuk warga yang tinggal di rumah kontrakan di Langgak Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau itu dijatuhkan oleh majelis Pengadilan Negeri Rokan Hulu, Riau.  

Majelis hakim sendiri menetapkan RMS tak perlu menjalani penjaara hukuman tersebut dengan catatan tidak kembali mengulangi perbuatannya selama dua bulan sejak dibacakannya vonis.

Dikutip dari Merdeka.com, RMS terpaksa mencuri buah sawit lantaran tidak tega melihat tiga anaknya menangis kelaparan. Sementara cadangan beras di dapur tidak tersedia.

" Saat itu saya tidak ditahan, ditangguhkan oleh warga dan Pak RT selama ini. Saya juga terpaksa mengambil atau mencuri buah sawit itu untuk beli beras," kata RMS.

Sidang perdana kasus yang masuk tindak pidana ringan ini digelar pada 31 Mei 2020 dengan barang bukti tiga tandan sawit. Nilainya tidak lebih dari Rp76 ribu sesuai berat tandan.

1 dari 3 halaman

Anak Kelaparan, Tak Punya Beras

RMS mengakui perbuatannya telah mencuri kelapa sawit di kebun PTPN V di Sei Rokan. Dia terpaksa melakukan aksinya agar bisa beli beras untuk ketiga anaknya yang kelaparan.

Persediaan beras di dapur sudah kosong. Sementara dia mengaku tidak mendapatkan bantuan mengatasi dampak Covid-19.

RMS mengaku ditangkap satpam PTPN V. Dia sempat meminta ampun dan memelas, namun tetap dibawa ke Polsek Tandun.

Polisi kemudian memproses laporan tersebut. RMS pun diajukan menjadi tersangka.

 

2 dari 3 halaman

Tak Dapat Bantuan

RMS hanya berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu benar-benar memperhatikan warganya yang membutuhkan. Dia sangat mengharapkan bantuan beras agar anak-anaknya tidak kelaparan.

Sejauh‌ ini, RMS mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Demikian pula dengan bantuan penanganan dampak Covid-19.

Dia tinggal hanya bersama ketiga anaknya. Sang suami tidak tinggal serumah karena harus bekerja di kebun orang di daerah lain.

" Saya terpaksa, supaya anak-anak saya tidak kelaparan. Suami saya mandah (pergi kerja). Makanya saya mengambil buah sawit PTPN V Sei Rokan itu, untuk beli beras kami. Saya pun kurang tahu akhirnya bisa jadi begini," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Polisi Upayakan Mediasi

Kepala Urusan Humas Polres Rokan Hulu, Ipda Fery Fadli, menyatakan kasus yang menimpa RMS sebenarnya sudah diupayakan untuk mediasi. Tetapi, pihak pelapor yaitu PTPN V ngotot agar wanita 31 tahun diproses hukum.

" Polri sudah sangat profesional dan proporsional dalam penanganannya, dan sebelum diproses penyidik, kita memberikan ruang bagi para pihak untuk mediasi. Saat itu dari kepolisian juga melibatkan perangkat desa seperti ketua RT," kata Fery.

Fery mengatakan saat beraksi, RMS membawa egrek atau alat panen sawit bersama dua orang temannya. Tetapi, dua pelaku lainya berhasil melarikan diri.

Sumber: /Abdullah Sani

Beri Komentar