Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pasien Covid-19 (Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Sekelompok massa di Makassar membawa kabur jasad pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang terbujur di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar. Banyaknya massa yang datang memaksa petugas RS tak bisa menghentikan aksi mereka.
Video aksi masyarakat yang memaksa membawa pulang jasad tanpa penanganan protokol pemulasaran pasien Covid-19 itu beredar viral di media sosial.
Jasadr pasien yang dibawa merupakan warga Makassar berjenis kelamin laki-laki. Dia merupakan rujukan dari RS Akademis yang dirawat sejak Senin, 1 Juni 2020.
Staf Humas RS Dadi Makassar, Yunus Acong menceritakan massa diduga dari pihak keluarga pasien tiba-tiba datang ke RS tersebut. Saat itu kondisi jasad korban belum mendapat penanganan pemulasaran sesuai protokol dari tim Covid-19.
" Berkumpul di depan ruangan dan beberapa di antara mereka menyerobot masuk ke ruang ICU, mengambil jenazah, membawanya pergi," kata Humas RS Dadi Makassar, Yunus Acong.
Pasien tersebut dinyatakan berstatus PDP Covid-19 dan dirujuk ke RS Dadi, Selasa 2 Juni 2020 pukul 21.00 WITA. Pasien kemudian dirawat Intensive Care Unit (ICU). Namun pada Rabu siang, 3 Juni 2020 sekitar pukul 15.00 WITA, pasien dinyatakan telah meninggal dunia.
Seperti dalam video yang beredar, kata Yunus, tidak ada petugas yang menjaga ruang ICU tersebut. Hal ini dikarenakan pihak rumah sakit mengikuti protap ruang ICU yang diharapkan tidak dijaga banyak petugas.
Upaya untuk menahan massa membawa pulang jasad pasien PDP Covid-19 itu sempat dilakukan di depan pintu ruangan. Beberapa sekuriti dan petugas kesehatan lainnya sempat berusaha menahan massa.
Namun jumlah massa yang cukup banyak membuat upaya petugas menahan agar jasad tersebut tak dibawa pulang dahulu gagal.
" Tim covid lambat tiba karena melayani pasien lain yang juga meninggal dunia. Tim covid baru tiba setelah massa yang membopong jenazah itu berada di pinggir jalan depan jalan masuk RS. Mereka tidak bisa berbuat banyak," tandas dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya