Viral Massa Paksa Masuk ICU Ambil Jasad Pasien Covid-19 di Makassar

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 5 Juni 2020 10:31
Viral Massa Paksa Masuk ICU Ambil Jasad Pasien Covid-19 di Makassar
Jenazah pasien Covid-19 itu belum mendapat penanganan pemulasaran sesuai protokol.

Dream - Sekelompok massa di Makassar membawa kabur jasad pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang terbujur di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar. Banyaknya massa yang datang memaksa petugas RS tak bisa menghentikan aksi mereka. 

Video aksi masyarakat yang memaksa membawa pulang jasad tanpa penanganan protokol pemulasaran pasien Covid-19 itu beredar viral di media sosial.  

Jasadr pasien yang dibawa merupakan warga Makassar berjenis kelamin laki-laki. Dia merupakan rujukan dari RS Akademis yang dirawat sejak Senin, 1 Juni 2020.

Staf Humas RS Dadi Makassar, Yunus Acong menceritakan massa diduga dari pihak keluarga pasien tiba-tiba datang ke RS tersebut. Saat itu kondisi jasad korban belum mendapat penanganan pemulasaran sesuai protokol dari tim Covid-19.   

" Berkumpul di depan ruangan dan beberapa di antara mereka menyerobot masuk ke ruang ICU, mengambil jenazah, membawanya pergi," kata Humas RS Dadi Makassar, Yunus Acong.

 

1 dari 3 halaman

Pasien tersebut dinyatakan berstatus PDP Covid-19 dan dirujuk ke RS Dadi, Selasa 2 Juni 2020 pukul 21.00 WITA. Pasien kemudian dirawat Intensive Care Unit (ICU). Namun pada Rabu siang, 3 Juni 2020 sekitar pukul 15.00 WITA, pasien dinyatakan telah meninggal dunia.

Seperti dalam video yang beredar, kata Yunus, tidak ada petugas yang menjaga ruang ICU tersebut. Hal ini dikarenakan pihak rumah sakit mengikuti protap ruang ICU yang diharapkan tidak dijaga banyak petugas.

 

2 dari 3 halaman

Tim Covid Datang Setelah Layani Pasien Lain

Upaya untuk menahan massa membawa pulang jasad pasien PDP Covid-19 itu sempat dilakukan di depan pintu ruangan. Beberapa sekuriti dan petugas kesehatan lainnya sempat berusaha menahan massa.

Namun jumlah massa yang cukup banyak membuat upaya petugas menahan agar jasad tersebut tak dibawa pulang dahulu gagal.

" Tim covid lambat tiba karena melayani pasien lain yang juga meninggal dunia. Tim covid baru tiba setelah massa yang membopong jenazah itu berada di pinggir jalan depan jalan masuk RS. Mereka tidak bisa berbuat banyak," tandas dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

3 dari 3 halaman

Lihat Videonya

      View this post on Instagram    

Keluarga seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia mengambil paksa jenazah yang hendak dimakamkan sesuai prosedur Covid-19 di Rumah Sakit (RS) DadiMakassar, Sulawesi Selatan. . Dalam rekaman kamera CCTV RS Dadi yang beredar di media sosial, jenazah diambil saat masih berada di ruang ICU. Tampak tujuh orang masuk dan langsung membawa pergi jenazah tersebut. . Direktur RS Dadi, Arman Bausat, membenarkan adanya pengambilan paksa jenazah seorang PDP pada Rabu (3/6/2020) siang. Pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, saat pengambilan paksa berlangsung ada sekitar 100 orang datang dengan membawa senjata tajam. . " Daripada dihalau, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi saya perintahkan langsung, biarkan saja agar tidak terjadi pertumpahan darah,” kata Arman saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020). . PDP itu merupakan rujukan dari Rumah Sakit Akademis Makassar pada Senin (1/6/2020). . Rujukan dilakukan karena pasien itu menunjukkan gejala batuk, demam tinggi, sesak napas, dan muntah. Pada Rabu (3/6/2020), pasien itu meninggal dunia. . " Jadi kami langsung hubungi tim gugus tugas covid dan baru rencana akan dikafani, dishalatkan dan dimakamkan protap Covid-19 di Pemakaman Maccanda, Kabupaten Gowa. Eh, datang pihak keluarganya langsung ambil paksa dan bawa pergi,” jelasnya. . Arman mengatakan, rumah sakit belum sempat mengambil sampel pasien itu untuk diperiksa. Keluarga pasien sudah mengambil paksa jenazah saat sampel hendak diambil. . " Apa mau diperbuat? Karena jumlahnya hampir seratusan orang bawa senjata tajam. Ya dibiarkan saja,” tuturnya. . Artikel : Kompas.com

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Beri Komentar