Kemenag: Ongkos Haji yang Bisa Dikembalikan Hanya Setoran Pelunasan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 4 Juni 2020 18:00
Kemenag: Ongkos Haji yang Bisa Dikembalikan Hanya Setoran Pelunasan
Dana setoran awal jika ditarik, maka pemiliknya dianggap membatalkan rencana berhaji.

Dream - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali, mengatakan bahwa dana setoran pelunasan haji dapat dikembalikan kepada calon jemaah haji. Ketentuan ini berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

" Sesuai KMA No 494 tahun 2020, dana setoran pelunasan itu akan dikelola terpisah dan nilai manfaatnya akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah haji paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M," ujar Nizar melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Menurut Nizar, dana haji dikembalikan kepada calon jemaah yang mengajukan permohonan. Tetapi, dana yang bisa dikembalikan hanya biaya pelunasan, bukan setoran awal.

Sebagai catatan, dana haji terbagi atas setoran awal sebesar Rp25 juta dan pelunasan yang besarannya ditetapkan sesuai embarkasi. Setoran awal digunakan untuk mendapatkan nomor porsi haji, sementara pelunasan dimanfaatkan untuk perjalanan ibadah haji.

Nizar menjelaskan jemaah hanya dapat meminta kembali dana pelunasan. Jika dana setoran awal juga ditarik, maka yang bersangkutan membatalkan rencananya untuk melaksanakan ibadah haji.

Selanjutnya, pengembalian dana pelunasan disampaikan melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat mendaftar. Permohonan akan diproses Kankemenag ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, untuk kemudian diproses ke Badan Pengelola Keuangan Haji.

" BPKH yang akan menerbitkan surat perintah membayar kepada Bank Penerima Setoran (BPS) agar mentransfer dana setoran pelunasan itu kepada rekening jemaah haji," kata Nizar.

1 dari 4 halaman

Ini Prosedur Pengembalian Setoran Ongkos Haji 2020

Dream - Kementerian Agama telah memutuskan membatalkan penyelenggaraan haji 1441 H/2020 M. Kemenag juga akan mengembalikan setoran Biaya Perjalanan Haji (Bipih) bagi jemaah haji yang mengajukan permohonan penarikan dana.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengatakan jemaah haji yang telah melakukan pelunasan dapat mengajukan permohonan pengembalian dana. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), terdapat 198.765 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan Bipih.

" Jemaah yang batal berangkat tahun ini, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasannya," ujar Muhajirin melalui keterangan tertulis, Rabu 3 Juni 2020.

Muhajirin mengatakan permohonan pengembalian setoran Bipih tidak akan menghapus hak jemaah haji. Jemaah haji yang batal berangkat dan melakukan penarikan dana pelunasan ongkos haji masih masuk daftar untuk musim haji 1442 H/2021 M.

" Meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 1442 H/2021 M," kata Muhajirin.

 

2 dari 4 halaman

Syarat Mengajukan

Muhajirin kemudian menjelaskan prosedur pengembalian setoran Bipih. Jemaah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota tempat mendaftar haji dengan menyertakan:

1. Bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS),

2. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah Haji dan memperlihatkan aslinya,

3. Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya,

4. Nomor telepon yang bisa dihubungi.

Permohonan jemaah akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kab/Kota. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat.

 

3 dari 4 halaman

Tahapan Pengembalian Dana Pelunasan

Setelah input data pembatalan, tahapan berikutnya adalah sebagai berikut:

1. Kepala Kankemenag Kab/Kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

2. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan Jemaah Haji pada aplikasi Siskohat.

3. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) c.q. Badan Pelaksana BPKH.

4. BPS Bipih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening Jemaah Haji dan melakukan konfirmasi transfer pengembalian setoran pelunasan pada aplikasi Siskohat.

 

4 dari 4 halaman

Jika Jemaah Meninggal Dunia

Muhajirin mengatakan seluruh tahapan diperkirakan berlangsung selama sembilan hari. Rinciannya, dua hari proses di Kankemenag Kab/Kota, tiga hari di Ditjen PHU, dua hari di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

" Dua hari proses transfer dari Bank Penerima Setoran ke rekening jemaah," kata dia.

Untuk jemaah haji batal berangkat meninggal dunia, Muhajirin mengatakan nomor porsinya dapat dilimpahkan. Pelimpahan dilakukan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk atau disepakati secara tertulis oleh keluarga.

" Pengganti porsi itu bisa menjadi jemaah haji 1442H/2021M selama kuota haji Indonesia masih tersedia," kata dia.

Beri Komentar