Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Adies Kadir / Foto: Instagram.com @adies.kadir
DREAM.CO.ID - Nama Adies Kadir dalam beberapa hari terakhir jadi bahan perbincangan hangat publik. Bukan karena prestasi politiknya, melainkan karena pernyataannya soal tunjangan rumah DPR yang penuh kontroversi.
Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029 itu sempat menyebut bahwa tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan `masuk akal`, apalagi harga sewa rumah di sekitar Senayan pun cukup tinggi.
Kemudian, ia membandingkan tunjangan rumah tersebut dengan harga kos di Senayan yang sekitar Rp3 juta per bulan. Masalahnya, angka Rp3 juta itu ia kalikan dengan 26 hari kerja, sehingga menyebut hasilnya Rp78 juta per bulan.
Kalimat itu sontak menuai kritik. Publik menyoroti logika hitungan yang dianggap keliru, termasuk influencer Jerome Polin yang sampai mengunggah video sindiran di Instagram.
“ Rp3 juta per hari itu namanya bukan kos, itu hotel bintang lima, Pak,” kata Jerome, seorang content creator.
Tak berhenti di situ, Adies juga sempat salah sebut soal tunjangan lain. Ia mengatakan tunjangan beras DPR naik menjadi Rp12 juta per bulan, padahal faktanya hanya sekitar Rp200 ribu.
Tunjangan bensin pun ia sebut Rp7 juta, lalu diralat jadi Rp3 juta. Setelah dikonfirmasi ke Sekretariat Jenderal DPR, Adies pun mengakui kesalahannya dan mengklarifikasi ke publik.
Sebenarnya, siapa sosok Adies Kadir di balik kursi Wakil Ketua DPR RI?
Sebelum dikenal sebagai politikus Golkar, Adies Kadir merintis karier profesional di sektor swasta.
Ia pernah menjabat sebagai Site Manager PT Lamicitra Nusantara Tbk (1992–1996), Project Manager PT Surya Inti Permata Tbk (1996–1999), hingga Direktur Utama PT Adi Jayatek (1999–2005).
Tak berhenti di situ, ia kembali ke PT Lamicitra Nusantara sebagai General Manager (2005–2007) sebelum akhirnya menekuni dunia hukum lewat SMP Law Office sebagai Managing Partner (2007–2009).
Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Surabaya (2009–2014) dan menjabat Ketua Fraksi Golkar. Pada Pemilu 2014, Adies berhasil melaju ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur I (Surabaya dan Sidoarjo).
Sejak saat itu, ia konsisten duduk di kursi DPR hingga periode 2024–2029. Kini, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI yang membidangi urusan ekonomi dan keuangan negara.
Selain di parlemen, Adies juga aktif di Partai Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Surabaya (2009–2015), lalu dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR RI periode 2019–2024.
Saat ini, ia menduduki posisi penting sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar (2024–2029) sekaligus Ketua Umum Ormas MKGR (2020–2025).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya