Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Dream - Kabar duka datang dari seorang balita bernama Raya warga Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia akibat tubuhnya dipenuhi ribuan cacing gelang (askariasis).
Kabar pilu ini langsung ditanggapi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dia menyampaikan permintaan maaf atas situasi yang menimpa kepada bocah berusia 4 tahun itu.
" Saya menyampaikan keprihatinan dan rasa kecewa yang sangat dalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya balita berusia 3 tahun yang dalam tubuhnya dipenuhi cacing," kata Dedi dalam unggahan Instagram @dedimulyadi, dikutip Rabu, 20 Agustus 2025.
Dari kejadian tersebut, Dedi menyinggung kinerja posyandu. Menurutnya Posyandu di daerah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dedi pun menyatakan akan memberikan sanksi kepada perangkat Desa Cianaga, tempat Raya tinggal. Seperti Kepala Desa, PKK hingga bidan.
" Perhatian yang utama kepada ketua tim penggerak PKK, kepala desa, dan bidan desa di daerah tersebut. Dimungkinkan saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut," ujar Dedi.
Menurut Dedi sanksi perlu diberikan lantaran peran dasar dari para perangkat desa dan kesehatan tersebut tidak berjalan semestinya.
" Sanksi-sanksi akan kami berikan kepada siapapun dan daerah manapun yang terbukti tidak memberikan perhatian kepada masyarakat," katanya.
Dedi mengungkapkan bahwa Raya memang mengalami kecacingan parah, berdasarkan keterangan dokter. Kondisinya semakin parah karena lingkungan tempat tinggalnya yang jauh dari kata layak.
Raya terbiasa bermain di kolong rumah bersama ayam dan kotoran. Tangannya kemungkinan tidak sering dicuci, yang lalu cacing itu masuk ke mulutnya.
" Ibunya mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), sementara ayahnya sakit TBC. Sehari-hari Raya lebih sering dirawat neneknya. Anak ini juga terbiasa bermain di kolong rumah bersama ayam dan kotoran. Sangat mungkin tangannya sering tidak dicuci lalu mulutnya kemasukan cacing," kata Dedi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya