Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2025 Https://www.dream.co.id

Dalam kesempatan tersebut, Cucun mengutip pesan Bung Karno tentang “ Jas Merah”—jangan sekali-kali melupakan sejarah—seraya menambahkan istilah “ Jas Hijau”—jangan sekali-kali melupakan jasa ulama. Menurutnya, sejarah kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari peran ulama, kiai, dan santri yang berada di garis depan perjuangan.
“ Ulama punya andil luar biasa dalam memerdekakan negeri ini. Kita bisa lihat pada peristiwa 10 November di Surabaya, barisan terdepan adalah ulama dan santri. Begitu juga Bandung Lautan Api, tidak lepas dari gerakan pesantren. Bahkan tokoh perjuangan seperti Cut Nyak Dien hingga para pangeran di berbagai daerah, selalu didukung oleh kekuatan ulama,” ungkap Cucun.
Politisi PKB ini berharap sejarah Indonesia ke depan dapat disajikan secara lebih utuh dan komprehensif. Menurutnya, masih ada celah dalam catatan resmi sejarah yang perlu dilengkapi agar generasi penerus tidak sekadar mengenang peristiwanya, tetapi juga memahami siapa saja aktor penting yang berjuang di balik kemerdekaan.
“ Sejarah kita jangan dikurangi, justru harus ditambah. Peran ulama wajib disampaikan lebih luas karena mereka adalah salah satu penopang utama berdirinya Republik ini,” tegasnya.
Cucun juga menekankan pentingnya menanamkan kesadaran sejarah dan penghargaan terhadap jasa ulama melalui pendidikan pesantren. Ia mengingatkan bahwa pengabdian santri dan ulama melahirkan semangat kebangsaan yang harus diwariskan dari generasi ke generasi.
“ Saya selalu tekankan kepada anak-anak tercinta, jangan sekali-kali melupakan sejarah, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama. Dari santri lahirlah nasionalisme dan spirit pengabdian untuk Indonesia,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya