BMKG Peringatkan Ada Gelombang Tinggi 21-24 Juli 2019

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 21 Juli 2019 11:33
BMKG Peringatkan Ada Gelombang Tinggi 21-24 Juli 2019
Termasuk Nias, perairan selatan Jawa hingga NTT.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang berada di pesisir pantai untuk mewaspadai datangnya gelombang tinggi pada Minggu, 21 hingga Rabu 24 Juli 2019.

" Peringatan dini gelombang tinggi berlaku 21 Juli 2019 pukul 07.00 WIB hingga 24 Juli 2019 pukul 07.00 WIB," dikutip dari laman maritim.bmkg.go.id, Jumat 12 Juli 2019.

Potensi datangnya gelombang tinggi itu disebabkan karena adanya pola tekanan rendah 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina

Pola angin di utara dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-30 knot dan di wilayah Timur-Tenggara kecepatan anginnya 4-25 knot.

" Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ucap dia.

BMKG memantau gelombang setinggi 2.50-4.0 meter berpotensi terjadi perairan barat Pulau Nias hingga Kepulauan Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan.

Termasuk perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sawu, Perairan selatan Kupang - Pulau Rotte, Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan NTT.

1 dari 5 halaman

Gelombang Setinggi 6 meter

Selain itu, BMKG juga mencatat wilayah yang berpotensi akan mendapat gelombang tinggi 4.0-6.0 meter seperti wilayah perairan Utara Sabang, Perairan Barat Kepulauan Simeulue hingga Mentawai, Perairan Bengkulu-Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alasan Bagian Selatan Samudera Hindia Barat, hingga Selatan NTB.

 Temukan 'Ikan Monster' Gegerkan Nelayan

BMKG mengimbau kepada nelayan untuk memperhatikan kecepatan angin, bagi perahu nelayan mereka akan diterpa angin kecepatan lebih dari 15 knot dengan gelombang 1,25 meter.

Kecepatan angin yang akan mengenai kapal tongkang 16 knot dan potensi gelombang 1,5 meter. Untuk kapal ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.

Sementara untuk kapal kargo atau kapal pesiar, BMKG meminta waspada karena kecepatan angin mencapai lebih dari 27 knot dengan gelombang lebih dari 4 meter.

" Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada," kata BMKG.

2 dari 5 halaman

Masyarakat Pesisir Diimbau Waspada Gelombang Setinggi 4 Meter

Dream - Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diimbau agar berhati-hati. Sebab, berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga Sabtu 13 Juli 2019.

Menurut laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini itu berlaku sejak 11 Juli 2019 pukul 07.00 WIB hingga 13 Juli 2019 pukul 07.00 WIB.

 Gelombang Tinggi Ancam Jalur Mudik Jalur Laut

Potensi gelombang tinggi disebabkan pola angin di utara Indonesia-Timur Laut berkecepatan 4 hingga 20 knot. Kecepatan angin di wilayah selatan Indonesia bergerak dari barat ke utara dengan kecepatan sebesar 4 hingga 20 knot.

" Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," demikian penjelasan di laman resmi BMKG.

Gelombang setinggi 2,5 meter hingga empat meter berpotensi terjadi Perairan barat Pulau Nias hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano - Bengkulu, Perairan barat Lampung.

Gelombang tinggi itu juga berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sawu, Perairan selatan Kupang - Pulau Rotte, Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan NTT.

3 dari 5 halaman

Nelayan Diminta Waspada

 Peta sebaran gelombang tinggi (Foto: BMKG)

Peta sebaran gelombang tinggi (Foto: BMKG)

BMKG mengimbau nelayan untuk memperhatikan kecepatan angin. Bagi perahu nelayan, mereka diminta hati-hati dengan angin berkecepatan lebih dari 15 knot dengan gelombang setinggi 1,25 meter.

Sementara itu untuk pengguna kapal tongkang dimintai waspada angin dengan kecepatan 16 knot dan potensi gelombang 1,5 meter.

Untuk kapal ferry, waspada dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.

Sementara untuk kapal kargo atau kapal pesiar, BMKG mereka mewaspadai kecepatan angin yang mencapai lebih dari 27 knot dengan gelombang setinggi lebih dari 4 meter.

" Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada," kata BMKG.

4 dari 5 halaman

Ilmuwan Temukan Bukti Baru Lokasi Perahu Nabi Nuh

Dream - Para arkeolog yakin telah menemukan bukti keberadaan bahtera Nabi Nuh. Mereka yakin perjalanan kapal tersebut berakhir di sebuah desa di Gunung Ararat, Turki.

Menurut keyakinan, Bahtera Nabi Nuh dibangun untuk menyelamatkan berbagai makhluk hidup di muka Bumi saat terjadi banjir bandang. Tuhan mengirim bencana itu untuk umat Nabi Nuh yang banyak melakukan dosa.

Namun kini, keyakinan itu disebut-sebut akan terbukti dengan ditemukannya bukit aneh yang bentuknya menyerupai perahu. Peneliti Amerika Serikat, Profesor Paul Esperente, mengatakan dirinya akan mengunjungi lokasi tersebut.

 Bukit yang diduga Bahtera Nuh

Sementara, profesor asal Istanbul, Oktay Belli, mengatakan bahwa banjir pada masa Nabi Nuh bukanlah mitos belaka. Dia menyatakan terjangan air bah itu benar-benar terjadi.

Sementara, sejumlah ilmuwan mencoba menjelaskan bagaimana banjir bandang bisa terjadi di sekujur Bumi pada masa itu. Mereka juga berusaha menjelaskan bagaimana hewan-hean bertahan hidup selama 153 hari di atas bahtera itu. (Sumber: micetimes.asia) [crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Kapal Raksasa Muncul di Dekat Makam Keramat Syeh Maulana Syamsudin

Dream - Bibir Pantai Makam Keramat di Desa Widuri, Pemalang, Jawa Tengah, dikejutkan dengan kemunculan kapal tongkang tanpa awak, Minggu malam, 27 Januari 2019 pukul 23.10 WIB.

Kejadian itu semakin aneh lantaran sehari setelah itu kapal tersebut teronggok beberapa meter dari bibir pantai. Warga setempat menyebut lokasi kapal raksasa itu merupakan tempat keramat. Di sekitar pantai tersebut terdapat kompleks makam Syeh Maulana Syamsudin.

Dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa 29 Januari 2019, Kasat Polair Polres Semarang, AKP Sunardi, menyebut kapal tersebut melintang ke arah timur. Dia mengatakan, tak diketahui asal dan tujuan kapal tersebut.

" Kami melakukan pengecekan dengan memasuki kapal, ternyata kapal dalam keadaan kosong dan tidak ada seorang pun kru di dalam kapal," ucap Sunardi.

Polisi menyebut nomor lambung kapal tersebut yaitu PST.115 Batam/GT.4334/6382i PPM 2014/300 Feet. Panjang kapal tersebut 115 meter dan bernomor syahbandar 3831/VI tanggal 28-01-2019.

" Pemilik kapal belum diketahui. Kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui pemilik kapal sehingga bisa segera dievakuasi dari bibir pantai Widuri," kata Sunardi.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ridlo

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik