Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Syuci Indriani Mengangkat Tangan, Setelah Menyentuh Garis Akhir (Foto: Merdeka.com/Imam Buhori)
Dream - Kiprah Syuci Indriani di ajang Asian Para Games 2018 sungguh cemerlang. Syuci meraih medali emas Asian Para Games 2018 cabang olahraga renang putri 100 meter gaya dada SB 14.
Praktis, bonus sebesar Rp1,5 miliar yang dijanjikan pemerintah pun muncul dibenaknya. Tetapi, dia tak punya keinginan yang rumit pada uang itu.
Syuci hanya ingin memberangkatkan orang tuanya pergi ke tanah suci Mekah.
" Saya akan memberangkatkan orang tua umrah. Ini berkah yang luar biasa dari Allah, saya sangat bersyukur sekali," ucap Syuci, dikutip dari Liputan6, Selasa, 9 Oktober 2018.
Bertanding di Stadion Akuatik, Senayan, Syuci berada terdepan di depan perenang Jepang, Mai Deguchi. Syuci membubuhkan waktu 1 menit 23,95 detik, unggul 0,02 detik dari Mai.
© Aksi Syuci Indriani (Foto: Merdeka.com/Imam Buhori)
Syuci bercerita, saat berenang tak memikirkan lawan yang melaju. Begitu terjun ke air, dia hanya ingin berenang secepat yang dia bisa.
" Byur...byur. Saya mencoba secepatnya saja," ujar dia.
Bahkan, ketika menggapai garis akhir, dia tak menyangka menjadi terdepan. Dia tersadar saat penonton berteriak dan memekikan Indonesia.
Raihan medali ini bukan yang pertama. Pada Minggu, 7 Oktober 2018, Syuci juga menyumbangkan perunggu pada nomor 200 meter gaya bebas putri S14.
Dia berada di belakang dua perenang Jepang, Mami Inoue dan Kitano Amisa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya