Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Suparniyati (asianparagames2018.id)
Dream - Suparniyati memang meraih emas dari cabang Tolak Peluru dalam ajang Asian Para Games 2018. Namun dia tak puas karena gagal memecahkan rekor tolakan yang sebelumnya dia catatkan.
Pada ajang yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin 8 Oktober 2018, Suparniyati turun pada kelas F20. Atlet asal Riau tersebut mencatatkan tolakan sejauh 10,75 meter.
Saat melewati mixed zone setelah lomba, raut kecewa terlihat dari wajah atlet tunagrahita itu. Dia tidak puas karena tolakan yang dilakukannya masih di bawah catatan terbaik saat latihan.
“ Tolakan saya buruk sekali, soalnya saya tidak memecahkan rekor saya sendiri. Waktu di Malaysia saya mencatatkan 11,03 meter, tapi tadi turun di 10,75,” ujar Suparniyati dikutip dari Bola.com.
“ Waktu latihan saya bisa melakukan tolakan 11 meter, tapi tidak tahu kenapa di sini turun. Niat saya adalah memecahkan rekor sendiri, tapi saat bertanding malah turun,” imbuh dia.
Suparniyati mengaku, masalah nonteknis menjadi faktor yang memengaruhi penampilannya. Dia grogi karena baru pertama kali tampil di Asian Para Games.
“ Tadi malam saya tidak bisa tidur karena ini event-nya berbeda. Baru satu kali tampil di Asian Para Games, jadi ada rasa takut. Saya gemetaran tadi,” ujar Suparniyati, sembari tertawa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam