Produk Halal Luar Negeri Tak Perlu Disertifikasi Lagi?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 16 Oktober 2018 14:03
Produk Halal Luar Negeri Tak Perlu Disertifikasi Lagi?
Rancangan regulasi ini memuat ketentuan mengenai mekanisme teknis tata cara registrasi sertifikat halal luar negeri.

Dream - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sedang menyusun aturan mengenai registrasi sertifikat halal produk dari luar negeri.

Kepala BPJPH, Sukoso mengatakan, Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Tata Cara Registrasi Sertifikat Halal Luar Negeri diperlukan untuk koordinasi produk halal yang telah disertifikasi lembaga yang bekerja sama dengan pemerintah.

" Rancangan regulasi ini memuat ketentuan mengenai mekanisme teknis tata cara registrasi sertifikat halal luar negeri, bagi produk halal yang disertifikasi oleh lembaga halal luar negeri, termasuk masa berlaku registrasi sertifikat halal," kata Sukoso, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 16 Oktober 2018.

Dengan kerja sama itu, produk halal dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia tak perlu lagi diajukan permohonan sertifikat halal. Produk tersebut cukup diregistrasi di BPJPH.

Sementara itu, mengenai produk haram, produsen tetap dapat memproduksi dan mengedarkannya di wilayah Indonesia. Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal, Siti Aminah, mengatakan, produk haram itu diwajibkan mencantumkan keterangan haram di setiap kemasannya.

Keterangan haram itu dapat berupa gambar, tanda, atau tulisan yang menginformasikan produk tersebut haram dikonsumsi, digunakan, atau dimanfaatkan bagi konsumen Muslim.

 

1 dari 1 halaman

Indonesia Perkaya Produk Syariah dan Halal pada 2020

Dream – Belakangan ini, tren busana muslim dan hijab semakin hits di pasaran. Tren tersebut diperkuat dengan masyarakat lokal yang mayoritas muslim.

Usut punya usut, ternyata hal ini merupakan peningkatan dari proses perkembangan produk bertemakan Islam yang mulai dirasakan pada 2010.

" Setelah long sleep (mati suri), akhirnya market muslim melesat luar biasa pada 2010. Yang pakai hijab pun mulai bertambah," ujar pakar marketing, Yuswohady, di Jakarta, Kamis 27 I September 2018.

Yuswohady mengatakan, pada tahun 2010—2015 produk kosmetik halal Wardah dan brand fashion lokal seperti Elzatta pun mulai diminati secara besar-besaran.

" Dari situ lah bank syariah, hotel syariah, musik atau film reliji dan produk halal mulai bermunculan karena euforia marketnya luar biasa," kata dia.

Yuswohady melanjutkan pasar milenial muslim di Indonesia memiliki empat karakter, yaitu religious, universal goodness, modern, dan high buying power.

" Para milenial muslim sangat menghargai agamanya. Begitu juga dengan agama lain. Ada juga yang cerdas," kata dia. (ism)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'