Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir (Bola.com/Muhammad Faqih)
Dream - Liga sepak bola paling dinantikan di Indonesia, BRI Liga 1 akan kembali bergulir. Laga ini juga sudah dinantikan Supardi Nasir, Kapten Persib Bandung, yang selama ini menghadapi tantangan dari Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jadwal merumputnya benar-benar hilang akibat vakumnya pertandingan.
Untuk mengusir kejenuhan akibat tak bisa berlaga, Supardi mengisi hari-harinya dengan aktivitas produktif. Bersama istrinya, Supardi membuka usaha busana Muslim di Pekanbaru, Riau.
Membuka usaha di tengah pandemi disadari Supardi tidaklah mudah. Meski begitu, dia memilih tidak menyerah dan mencoba beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi.
" Tetap jalan, Alhamdulillah, bukan berarti saya tidak bersyukur tapi situasi, karena PPKM juga kan jadi lebih sedikit keluar dan dibatasi juga," ujar Supardi.
Supardi mengatakan dampak pandemi pasti dialami semua daerah. Hampir tidak ada daerah yang tidak memberlakukan penyekatan untuk mengatasi Covid-19.
" Tapi saya rasa itu jadi cara biar enggak terlalu lama (pandemi)," kata dia.
Meski usahanya berjalan cukup baik, Supardi mengaku belum memikirkan untuk membuka bisnis lain. Dia masih ingin fokus pada gelaran BRI Liga 1 yang rencananya akan kembali bergulir mulai 20 Agustus 2021 nanti.
" Sampai saat ini belum ada, saya masih fokus pemain. Nama usahanya masih SN, di satu sisi saya enggak bisa ke yang lain," kata dia.
Selama PPKM, Supardi lebih banyak menjalani latihan mandiri. Dia mengatakan pelatih rutin mengirim materi latihan dalam format video.
" Ya latihan mandiri. Di samping latihan mandiri saya istirahat, enggak ada kegiatan lain karena saya harus menjaga," kata dia.
Meski demikian, Supardi tidak menampik adanya kekhawatiran ketika menjalankan latihan mandiri. Terlebih situasi di Pekanbaru tidak jauh berbeda dengan di Bandung.
" Misalnya saya terbiasa kalau ada waktu bisa joging, keliling di luar rumah, tapi sekarang enggak bisa lakukan itu," kata dia, dikutip dari Bola.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam