Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dosen Cantik Lidia Widia Mengabdi Hidup Sendiri Di Pulau Kalimantan. (Foto: Dok Pribadi For Radar Banjarmasin)
Dream - Cantik, muda, cerdas, serta gigih mengabdikan diri untuk masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. Demikianlah gambaran singkat dari Lidia Widia, dosen cantik asal Lampung yang belakangan sosoknya menarik perhatian jagat maya.
Lidia merantau ke Pulau Kalimantan seorang diri. Meski hidup sendiri, perempuan cantik ini yakin dengan tekad bulatnya. Berkontribusi memajukan ilmu di bidang kesehatan, khususnya kebidanan.
Lahir di Lampung Utara, 12 Maret 1988 silam, Lidia menyelesaikan sekolah dasar di SDN 1 Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning pada tahun 2000. Kemudian dia melanjutkan ke SMPN II Desa Ujan Mas Kecamatan Bukit Kemuning dan lulus tahun 2003.
Selanjutnya, Lidia lulus SMAN 1 Kecamatan Bukit Kemuning pada tahun 2006. Sejak kecil, lulusan D-III Kebidanan Akbid Panca Bhakti Bandar Lampung tahun 2009 ini memang bercita-cita ingin memajukan ilmu di bidang kesehatan, khususnya kebidanan.
" Saya bercita-cita ingin menyalurkan ilmu kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi, untuk mencetak lulusan-lulusan bidan yang profesional dengan harapan mampu menurunkan angka kematian ibu dan anak secara signifikan di Pulau Kalimantan pada khususnya, serta dapat membantu program pemerintah setempat dengan menyehatkan masyarakat Kalimantan," papar lulusan D-IV Kebidanan Pendidik Stikes Surya Mitra Kediri Jawa Timur tahun 2012 ini.
© Dream
Dream - Lidia melanjutkan pendidikan S2 Magister Kedokteran Keluarga di Universitas Sebelas Maret Surakarta Jawa Tengah dan lulus tahun 2013. Selama berkarier, Lidia lebih banyak bertatap muka langsung dengan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan. Khususnya kebidanan di Kabupaten Pesawaran Lampung tahun 2009.
Dia juga pernah bekerja di Institusi Pendidikan Akademi Kebidanan selama satu tahun pada tahun 2010 di Akademi kebidanan An-Nur Husada Walisongo Kotabumi Lampung Utara, sebagai Kepala Laboratorium.
" Saya juga pernah bekerja sebagai tenaga pengajar (dosen) di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo Jawa Timur tahun 2013," katanya.
Sejak tahun 2014 hingga kini, Lidia menjabat sebagai Ka Prodi D-III Kebidanan di Stikes Darul Azhar Batulicin, Kalimantan Selatan.
© Dream
Dream - Selain itu, Lidia juga banyak menghasilkan karya di bidang ilmu kebidanan. Antara lain adalah karya inovasi pembuatan alat peraga pembelajaran di laboratorium kebidanan Phantom Uterus dan Plasenta, Phantom Lengan Pemasangan KB Implant, Phantom Tangan Pemasangan Infus.
Berbagai karya tulis juga telah dihasilkannya, antara lain berupa buku ajar Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan Kebidanan, buku Anatomi Fisiologi dan Siklus Kehidupan Manusia, Buku Saku anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.
Selain itu, kata Lidia, sudah banyak pengabdian masyarakat dan penelitian di bidang ilmu kesehatan, khususnya ilmu kebidanan yang telah dilakukannya dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
" Tujuannya adalah agar semua mahasiswa dan mahasiswi terbiasa dalam berorganisasi di masyarakat. Jadi tidak hanya pintar praktik pada phantom laboratorium saja, tetapi harus pintar berinteraksi memberikan komunikasi, penyuluhan, edukasi kesehatan kepada masyarakat nyata," ujar Lidia.
(Sumber: www.jpnn.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya