Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Insert Beni Berjualan Cilok.
Dream - Sudah hampir lima tahun Beni bertahan hidup dengan berjualan cilok. Dia dan sang istri selalu mengedepankan kualitas dagangannya, meski hanya jajanan murahan. Bahan-bahan yang dipilih selalu berkualitas baik dan juga bersih.
Bukan hanya cilok, istrinya juga berinisiatif untuk berjualan cemilan lainnya seperti es teh manis dan gulali. Setiap harinya Beni berjualan di sebuah Sekolah Dasar yang tak jauh dari rumahnya. Tak disangka cemilan sederhana yang terbuat dari tepung kanji itu laris dibeli anak-anak SD.
Keramahan dan keceriaan Beni juga menjadi salah satu faktor larisnya dagangan cilok miliknya. " Saya hanya berjualan cemilan sederhana, tapi alhamdulilah usaha kecil-kecilan ini bis menghidupi saya dan keluarga," ungkap Beni.
Larisnya dagangan Beni tentu membuat pedagang lainnya merasa iri hati. Berbagai tuduhan dan prasangka buruk ditujukan padanya. Ia tetap sabar dan berpikiran positif.
" Cilok daganganmu selalu laris, apa rahasianya?" Tanya Roni penjual batagor. " Hanya bahan-bahan sederhana yang berkualitas" .
Seminggu kemudia Roni si penjual batagor akhirnya ikut berjualan cilok yang sama dengan Beni. Pelanggan-pelanggan Beni beberapa beralih ke cilok milik Roni. Dengan sabar Beni menerima semua itu, ia yakin bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar.
Suatu hari beberapa penjual lainnya terus mengejek Beni dengan mengatakan dagangannya laris akan membawanya pergi haji. Hal itu terus diamini oleh Beni. Sejak usaha cilok yang ia jalani, sedikit hasil penjualan itu ia tabung untuk bekal pergi ke Tanah Suci. Alhamdulillah Beni bisa mewujudkan hal tersebut dan menjadi kado terindah untuk istrinya.
Penasaran dengan kisah Beni? Yuk simak kisahnya Baca di sini (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya