Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Konferensi Pers Penangkapan Pelaku Penembakan Liar Di Tangsel (Merdeka.com)
Dream - Polisi meringkus tiga pelaku teror penembakan terhadap pengguna jalan di Tangerang Selatan. Ketiganya masih berusia muda dengan identitas EF, 27 tahun, CLA, 20 tahun dan CHA, 20 tahun.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan, mengatakan hasil pemeriksaan sementara didapatkan keterangan pelaku yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ketika diperiksa, ketiganya mengaku melakukan penembakan karena ingin membubarkan balapan liar.
" Motivasi mereka ingin membubarkan pelaku-pelaku balap liar, namun itu tidak sesuai dengan fakta penyidikan yang kita dapatkan," ujar Iman, dikutip dari Merdeka.com.
Iman menyatakan para korban bukan pelaku balap liar. Juga tidak ada sangkut pautnya dengan aktivitas balap liar.
" Tidak terlibat balap liar, tapi masyarakat pengguna jalan raya," kata dia.
Polisi terus mendalami keterangan dari para pelaku untuk mendapatkan motif dari aksi tersebut. Menurut Iman, pelaku menggunakan senjata angin dengan peluru mimis dan sedikitnya delapan orang menjadi korban.
" Jadi dari laporan yang kami terima ada delapan korban yang terjadi dari tanggal 28 Juni sampai 19 Juli. Masing-masing terjadi di Jalan Alam Sutera Boulevard, Jalan Raya Serpong depan pegadaian, Jalan BSD Raya Utama Pagedangan, Jalan Gading Serpong Kelapa Dua, Jalan raya Boulevard BSD Cisauk dan Jalan Raya Serpong Depan RS Asobirin," kata Iman.
Dari pelaku, polisi menyita alat bukti tiga pucuk senjata senapan angin, satu kotak peluru gotri 4,5-500 rds, 37 butir peluru mimis, satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan pelaku beraksi.
Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda mulai pemilik senjata, eksekutor, pengemudi dan penentu target. Ulah ketiganya membuat resah masyarakat Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
" Mereka (pelaku) melakukan ini juga di wilayah Kota Tangerang, Jadi area yang menjadi sasaran mereka melakukan kegiatan ini bukan hanya di Tangerang Selatan tapi juga Tangerang Kota," kata Iman.
Ulah tiga pelaku menimbulkan dampak sosial di masyarakat. Suasana di Tangerang Selatan menjadi mencekam.
" Apa yang mereka lakukan tidak hanya tindak pidana, tapi juga memberi dampak keresahan dan juga penderitaan terhadap korban," ucap Imam.
Sumber: Merdeka.com/Kirom
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan