Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menyebut ada satu provinsi yang warganya tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, sekitar 70 persen warga di provinsi tersebut tidak mengenakan masker ketika berada di luar rumah di tengah pandemi Covid-19.
" Masker menjadi kunci, survei yang kita lakukan di... saya tidak sebut provinsinya, 70 persen belum memakai masker. Saya tidak akan sebut provinsinya, ini di salah satu provinsi di Jawa," ujar Jokowi dalam pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat, dikutip dari Liputan6.com.
Jokowi mengingatkan berbagai pihak untuk mendorong kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Khususnya dalam memakai masker, jaga jarak, cuci tangan serta tidak berkerumun.
Jokowi menyatakan 70 persen merupakan angka yang sangat tinggi. Dia pun meminta agar peraturan memakai masker terus digaungkan oleh berbagai pihak.
" Saya sudah menyampaikan dalam dua minggu ini dibantu oleh TNI, Polri, dan gugus tugas daera, betul-betul urusan masker ini perlu kita kerjakan secara massif," kata dia.
Dia menegaskan masker merupakan alat yang bisa menyelesaikan banyak hal berkaitan dengan Covid-19.
" Jadi, tolong, permintaan untuk masker disampaikan kepada ketua komite Satgas sehingga benar-benar urusan yang berkaitan dengan masker ini perlu kita selesaikan," ucap Jokowi.
Sumber: Liputan6.com/Ade Nasihudin Al Ansori
Dream - Presiden Joko Widodo hari ini meninjau fasilitas produksi dan uji klinis calon vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat.
Jokowi bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia 1 pukul 09.00 WIB, menuju Pangkalan Husein Sastranegara Kota Bandung.
Setiba di Kota Bandung, Jokowi menuju Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi. Di sana, Jokowi memberikan arahan mengenai penanganan Covid-19 yang terintegrasi di seluruh Jabar melalui konferensi video.
Usai agenda tersebut, Jokowi meninjau fasilitas milik PT Bio Farma yang digunakan untuk uji klinis calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech.
Jokowi juga akan melihat langsung pelaksanaan uji klinis tahap 3 tersebut yang digelar di Gedung Eychman dipandu Tim Peneliti Uji Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Siang hari, Jokowi dijadwalkan kembali ke Jakarta. Saat kunjungan, Jokowi didampingi Menter Badan Usaha Milik Negaran Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Mayor Jenderal Suharyanto, Komandan Pasukan Pengaman Presiden Mayjen Maruli Simanjuntak dan Deputi bidang Protokol, Pers, Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Uji klinis sendiri mulai dilaksanakan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2020 bertempat di Gedung Eyckman di dalam komplek Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah meninjau kesiapan dari pelaksanaan uji klinis ini di hari sebelumnya.
" (Penyuntikan vaksin) harus sesuai protokol kesehatan, mengingat besok akan ada Presiden yang langsung meninjau," kata Terawan.
Sejauh ini, sudah ada 21 relawan yang menjalani tes usap (swab test) sebagai syarat kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19. Jika hasil tes usap menyatakan negatif, para relawan siap menjalani uji klinis.
Sebelum penyuntikan dijalankan, ruang uji vaksin di lantai dua RSP Unpad sudah disterilisasi. Tenaga kesehatan yang akan terlibat juga telah diperiksa kesehatannya sehingga siap menjalankan uji klinis.
" Jadi kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman dibandingkan kondisi seperti biasa, karena sudah ada penapisan lebih awal," kata Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, dr Setiawan.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam