Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Press)
Dream - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau langsung proses persiapan uji klinis vaksin Covid-19 di Kota Bandung, Selasa 11 Agustus 2020. Seluruh tempat telah disterilisasi guna mengantisipasi adanya persebaran virus corona.
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, meminta semua persiapan harus mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
" Yang terpenting, proses uji vaksin perdana besok harus sesuai protokol kesehatan. Mengingat besok (hari ini) akan ada Presiden yang langsung meninjau," kata Terawan, dikutip dari Merdeka.com, Senin 10 Agustus 2020.
Selain kunjungan ke RSP Unpad untuk meninjau proses vaksinasi, Jokowi juga direncanakan bakal menyambangi PT Biofarma sebagai produsen vaksin yang berada di Jalan Pasteur, Kota Bandung.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, Dr Setiawan, menjelaskan, sebelum dimulai proses uji klinis, semua kondisi kesehatan para tenaga kesehatan sudah diperiksa. Kemudian, ruang uji vaksin yang berada di lantai dua RSP Unpad pun sudah dilakukan sterilisasi sesuai dengan prosedur.
" Jadi kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman dibandingkan kondisi seperti biasa. Karena sudah ada penapisan lebih awal," kata Setiawan.
Di sisi lain, Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Universitas Padjajaran (Unpad) sudah melakukan swab tes (tes usap) metoda Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada 21 relawan yang bakal mengikuti uji vaksin dari China itu.
Dokter Laboratorium Riset Uji Vaksin Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad, dr Sunaryati Sudigdoadi, mengatakan, tes dilakukan di RSP Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung. Hasil sementara, semua calon relawan yang menjalani tes dalam keadaan sehat.
Hasil tes usap akan keluar pada Selasa 11 Agustus 2020. Jika hasilnya negatif, maka para calon relawan itu bisa mengikuti uji klinis vaksin. Begitupun sebaliknya, jika hasilnya positif, tidak diperkenankan mengikuti tahap berikutnya.
" Dari 21 orang itu tadi pada sehat semua, ada yang anak muda, ada ibu-ibu, jadi semuanya sehat. Hasil (tes Swab) besok. (kalau yang negatif) dites cepat (rapid test). Kalau memang semuanya memenuhi syarat, pasti 21 orang itu besok dilakukan penyuntikan uji klinis vaksin," pungkasnya.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya