Kata Terakhir Bocah Pengidap Penyakit Misterius Sebelum Wafat: I Love You Mama

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 11 Agustus 2020 13:02
Kata Terakhir Bocah Pengidap Penyakit Misterius Sebelum Wafat: I Love You Mama
Saat itu, Clare Walker dan Cilian, putranya, akan menonton film bersama. Namun Cilian tiba-tiba berteriak kesakitan dan jatuh pingsan hingga meninggal dunia.

Dream – Anak adalah salah satu sumber kebahagiaan bagi orang tuanya. Mengasuhnya sedari kecil membuat rasa cinta tumbuh dan berharap bisa membesarkan hingga dewasa.

Namun, impian Clare Walker untuk mengasuh putranya, Cilian kini harus dikubur dalam-dalam.

Clare harus merelakan Cilian setelah mengetahui putranya mengidap penyakit misterius hingga meninggal dunia. Dirinya hanya mengingat, putranya sempat mengatakan sangat mencintainya, sebelum pingsan dan sekarat.

Kejadian memilukan itu bermula saat Cilian yang masih berusia delapan tahun berencana menonton film dengan Clare. Setelah membantu memakaikan piyama, Clare turun sebentar ke lantai bawah.  

Beberapa saat kemudian, Clare mendengar Cilian berteriak ketakutan dan merasa dadanya sesak bak tertusuk.

Karena panik, wanita berusia 31 tahun itu langsung membawa Cilian keluar untuk menghirup udara segar. Diketahui Cilian memang menderita asma sejak masih belia.

1 dari 3 halaman

Kejadian Mengejutkan

Saat Clare meninggalkannya sebentar, Cilian tiba-tiba berteriak ketakutan sambil kesakitan. Bahkan Clare mengungkapkan dirinya tak pernah mendengar jeritan yang begitu dahsyat dari putranya.

“ Saya mencoba membawanya ke bawah untuk menghirup udara segar. Ketika saya membuka pintu belakang, dia roboh di pelukan saya," ujar Clare.

Cilian dinyatakan meninggal dunia di A&E pada tanggal 5 Mei 2020 lalu. Saking kehilangannya, Clare merasa dirinya tak berdaya.

“ Cillian meninggal tepat di depan saya. Seperti mati rasa. Lalu saya membelai rambutnya seperti yang dia suka,” tangis Clare.

2 dari 3 halaman

Penyakit Misterius

Clare mengaku amat kehilangan putra kecilnya© Facebook

Selama lockdown berlangsung, keluarga mereka tetap berada di rumah dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk Cilian. 

Menurut perkiraan dokter, Cilian bisa saja mengalami serangan asma atau alergi yang mematikan. Namun pihak keluarga masih tidak yakin dengan penyebab kematiannya.

Mereka masih menunggu hasil tes darah, sampel urin dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

" Tidak akan pernah ada penyembuhan sampai saya tahu apa yang terjadi," jelas Claire. 

Akibat kematian mendadak Cilian, polisi sementara masih menyegel rumah mereka selama dua minggu.


 

 

3 dari 3 halaman

Rumah Claire Sempat Ditutup Selama 2 Minggu

" Rumah kami rasanya seperti TKP, " imbuh Clare. 

Clare juga mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin masuk ke kamar Cilian karena merindukannya. Namun polisi masih tak mengizinkan keluarganya untuk kembali.  

Karena Covid-19, hanya sekitar 20 pelayat yang bisa menghadiri pemakaman Cillian pada 27 Mei lalu. 

Pada pemakaman Cilian, para kerabat menggunakan kostum superhero sambil menaiki kereta kuda. Mereka membawa peti mati Cilian yang bertema Fortnite ke Dundee Crematorium.

(Sumber: Daily Star)

 

 

Beri Komentar