Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
© Pexels.com/19x14
DREAM.CO.ID - Perubahan kecil pada kuku sering kali luput dari perhatian. Padahal, bagian kuku yang tampak seperti bulan sabit di pangkalnya atau disebut lunula dapat berubah warna ketika terjadi masalah tertentu di dalam tubuh. Salah satu perubahan yang jarang terjadi adalah lunula yang semula berwarna putih berubah menjadi kemerahan.
Sebuah tinjauan terhadap sejumlah laporan kasus menemukan bahwa lunula berwarna merah dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, mulai dari gagal jantung, sirosis hati, hingga rheumatoid arthritis. Temuan tersebut dimuat dalam American Journal of the Medical Sciences dan disusun oleh peneliti dari Rutgers New Jersey Medical School.
Lunula merupakan bagian berbentuk setengah lingkaran di pangkal kuku. Bagian ini berperan dalam pembentukan sel-sel baru yang mengandung keratin. Sel-sel tersebut kemudian bergerak ke depan, mengeras, dan membentuk kuku. Lunula biasanya paling mudah terlihat pada ibu jari tangan dan ibu jari kaki.
Menurut tinjauan tersebut, lunula secara normal berwarna putih dan hanya jarang berubah menjadi merah. Ketika perubahan ini terjadi, kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang tidak terlihat secara langsung. Namun, para peneliti menekankan bahwa hubungan antara perubahan warna tersebut dan penyakit tertentu belum sepenuhnya dipahami.
“ Meski penyebab pastinya masih belum jelas, lunula merah dapat mencerminkan aktivitas penyakit sistemik maupun kelainan lokal seperti tumor di bawah kuku,” tulis para peneliti dalam kajian tersebut.
Berbagai laporan kasus yang ditinjau menunjukkan bahwa lunula merah pernah ditemukan pada orang dengan penyakit kardiovaskular, gangguan autoimun, penyakit reumatologi, kelainan darah, hingga masalah dermatologis. Kondisi lain seperti alopecia areata dan keracunan karbon monoksida juga pernah dilaporkan berkaitan dengan perubahan tersebut.
Meski demikian, lunula merah bukan berarti seseorang pasti mengalami penyakit tertentu. Tidak semua orang dengan penyakit yang disebutkan memiliki lunula merah, dan orang yang mengalami lunula merah juga belum tentu memiliki penyakit yang mendasarinya.
Hal lain yang penting adalah jumlah kuku yang mengalami perubahan. Menurut tinjauan tersebut, penyakit sistemik lebih mungkin dipertimbangkan ketika lunula merah terlihat pada beberapa kuku sekaligus. Sebaliknya, jika perubahan hanya muncul pada satu kuku, masalah lokal di bawah kuku lebih sering menjadi penyebab.
Masalah lokal tersebut dapat berupa infeksi pada dasar kuku, perdarahan di bawah kuku, atau tumor subungual. Karena itu, perubahan pada satu kuku tidak serta-merta dapat disebut sebagai lunula merah yang berkaitan dengan penyakit sistemik.
Para peneliti menduga perubahan tersebut mungkin berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah kuku atau capillary vasodilation. Pelebaran pembuluh darah kecil ini meningkatkan aliran darah sehingga bagian lunula terlihat lebih merah.
Dalam kajian tersebut juga disebutkan sebuah pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan dokter. Ketika bagian lunula yang memerah ditekan, warnanya dapat berubah menjadi putih jika pelebaran kapiler memang berperan dalam perubahan warna tersebut. Temuan ini dapat menjadi petunjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap sistem pembuluh darah.
Para peneliti menyebut perubahan pada lunula sebagai tanda klinis yang mudah terlewat karena jarang terjadi. Mereka menganjurkan agar dokter mempertimbangkan kemungkinan penyakit sistemik atau dermatologis ketika menemukan lunula merah.
Dengan kata lain, kuku memang bukan alat diagnosis penyakit. Namun, perubahan yang tidak biasa, terutama jika muncul pada beberapa kuku sekaligus, dapat menjadi alasan untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya