8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
© Pexels.com/Ketut Subiyanto
DREAM.CO.ID - Berolahraga selama ini dikenal sebagai cara untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan mental. Namun, penelitian terbaru dari Brigham Young University (BYU) menemukan kemungkinan manfaat lain yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: olahraga bersama pasangan mungkin membantu menjaga kualitas hubungan dan membuat pasangan lebih mampu berkomunikasi serta menyelesaikan konflik.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Family Relations tersebut menemukan bahwa pasangan yang berolahraga bersama melaporkan komunikasi yang lebih baik, penyelesaian konflik yang lebih sehat, serta tingkat stres dalam pernikahan yang lebih rendah dibandingkan pasangan yang tidak melakukan aktivitas fisik bersama.
Penelitian ini dipimpin Jeremy Yorgason, profesor di BYU School of Family Life, bersama Ashlyn Hiatt Mildenhall. Mereka menganalisis data survei dari hampir 1.700 pasangan muda yang telah menikah dan mengikuti studi Couple Relationships and Transition Experiences (CREATE), sebuah penelitian nasional yang telah melacak pasangan yang baru menikah di Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade.
Para peneliti membandingkan dua jenis aktivitas: olahraga yang dilakukan masing-masing pasangan secara terpisah dan aktivitas fisik yang dilakukan bersama. Keduanya berkaitan dengan kondisi pernikahan yang lebih sehat. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan bersama secara konsisten menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan berbagai hasil positif dalam hubungan.
Jeremy Yorgason mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa olahraga bersama dapat membantu pasangan menyelesaikan konflik secara lebih damai, meski pengaruhnya tergolong kecil.
Dalam penelitian tersebut, sekitar 60% suami dan istri mengatakan mereka berolahraga, tetapi hanya sekitar sepertiga yang melakukannya bersama pasangan. Artinya, sebagian besar orang yang aktif berolahraga belum menjadikan aktivitas fisik sebagai kegiatan bersama pasangan.
Menurut Yorgason, dampaknya memang tidak selalu besar, tetapi pola tersebut terlihat cukup konsisten. Konsistensi inilah yang menurutnya memberikan petunjuk bahwa olahraga bersama mungkin memiliki pengaruh tertentu terhadap hubungan.
Salah satu temuan menarik penelitian adalah bahwa berjalan kaki menjadi bentuk olahraga bersama yang paling banyak dilaporkan pasangan. Artinya, pasangan tidak harus memiliki keanggotaan gym, membeli alat olahraga mahal, atau mengikuti program latihan yang rumit untuk menciptakan kesempatan beraktivitas bersama.
Ashlyn Hiatt Mildenhall mengatakan olahraga memberikan dampak terbesar terhadap aspek komunikasi. Menurutnya, temuan tentang berjalan kaki menjadi menarik karena aktivitas tersebut secara alami menyediakan kesempatan bagi pasangan untuk berbicara.
Ketika berjalan bersama, pasangan dapat saling bercerita, mendengarkan, atau membicarakan persoalan sehari-hari tanpa harus menghadapi suasana formal seperti ketika sedang menyelesaikan masalah di rumah. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pasangan yang berolahraga bersama melaporkan kemampuan mendengarkan yang lebih baik serta perasaan bahwa pasangan mereka lebih mendengar dan mendukung.
Interaksi-interaksi kecil seperti ini mungkin menjadi salah satu alasan aktivitas fisik bersama berkaitan dengan komunikasi dan penyelesaian konflik yang lebih sehat.
Meski demikian, para peneliti tidak menyebut olahraga bersama sebagai obat untuk semua persoalan pernikahan. Studi ini menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik bersama dan sejumlah indikator kesehatan hubungan, bukan bukti bahwa berjalan kaki secara langsung akan menyelesaikan konflik rumah tangga.
Bagi pasangan muda, terlebih mereka yang memiliki anak, menyediakan waktu untuk berolahraga bersama memang tidak selalu mudah. Kesibukan pekerjaan, pengasuhan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari sering membuat waktu berdua semakin terbatas.
Namun, justru dalam kondisi tersebut, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki bersama bisa menjadi salah satu cara menciptakan waktu rutin untuk berkomunikasi. Tidak perlu menjadikannya sesi olahraga yang berat. Yang dibutuhkan mungkin hanya kesempatan untuk bergerak bersama sambil berbicara.
Penelitian BYU ini pada akhirnya menunjukkan bahwa manfaat olahraga bagi pasangan mungkin tidak hanya datang dari aktivitas fisiknya. Waktu yang dihabiskan bersama, kesempatan untuk berbicara, dan pengalaman melakukan sesuatu secara berdua juga dapat menjadi bagian penting dari manfaat tersebut.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?