Sandiaga Uno: Tes PCR Penumpang Pesawat untuk Cegah Gelombang ke Tiga Covid-19

Reporter :
Selasa, 26 Oktober 2021 09:00
Sandiaga Uno: Tes PCR Penumpang Pesawat untuk Cegah Gelombang ke Tiga Covid-19
Penerbangan kembali dibuka dengan kapasitas 100%, namun pemberlakuan tes PCR sebagai syarat perjalanan kembali dilakukan.

Dream - Keputusan pemerintah mewajibkan penumpang pesawat terbang Jawa-Bali melakukan tes PCR dinilai memberatkan. Meski demikian, pemerintah berdalih kebijakan tersebut diambil bukan tanpa dasar.

" Karena syarat penerbangan sudah tidak lagi 70 persen dan menjadi 100 persen, maka diambil sebuah keputusan bahwa yang bepergian itu tidak boleh mengidap Covid-19, harus dilakukan tes PCR,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif, Sandiaga Uno, dalam Weekly Media Briefieng, Senin 25 Oktober 2021.

Kebijakan wajib tes PCR untuk semua penumpang pesawat resmi berlaku 24 Oktober 2021. Sebelumnya, kebijakan tes PCR hanya diterapkan kepada penumpang yang belum melakukan vaksinasi. Namun berdasarkan peraturan terbaru itu, semua penumpang wajib menunjukkan tes PCR dengan hasil negatif Covid-19.

Kebijakan itu dinilai memberatkan. Sebab, tarif PCR untuk wilayah Jawa dan Bali dipatok Rp495 ribu. Sedangkan di luar kedua wilayah itu dibanderol Rp525.000. Angka tersebut dinilai cukup mahal untuk sebagian orang. Apalagi, hanya berlaku untuk 2X24 jam.

1 dari 1 halaman

Meski demikian, keluhan masyarakat rupanya didengar oleh pemerintah. Buktinya, Presiden Indonesia Joko Widodo memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu dan masa berlakunya juga bertambah menjadi 3x24 jam.

Menurut Sandiaga Uno, semua kebijakan tersebut harus dilakukan agar Indonesia tidak lagi mengalami krisis dengan membludaknya kasus Covid-19 sebagaimana terjadi pada Juli yang lalu.

" Ini hal yang perlu kita lakukan agar kita tidak lagi mengalami kondisi seperti bulan Juli atau Agustus kemarin. Minat berpergian ini harus kita jaga agar NATARU (Natal dan Tahun Baru) tidak berpotensi meningkatkan kenaikan kasus lagi," ujar Sandiaga Uno.

Beri Komentar