Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kominutas Muslim Di Jepang (islamcenter.or.jp)
Dream - Untuk pertama kalinya terjadi di negara timur jauh, sebuah universitas Jepang di kota Kyoto menyelenggarakan pameran yang mengusung pesan-pesan Islami.
" Masyarakat Jepang sangat terbuka mempelajari hal-hal baru. Orang Jepang tertarik belajar tentang Islam,' kata Profesor Katashiro Kohara, direktur Pusat Studi Monoteistik Universitas Doshisha, sebagaimana dilansir Onislam.net, Selasa 10 Juni 2014.
Pameran ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Jepang untuk belajar tentang prinsip-prinsip Islam dan pesan toleransi. Kohara berbicara dalam edisi 46 dari pameran 'Pesan Islam dari Oman' yang diresmikan di Universitas Doshisha. Acara ini diselenggarakan dan diawasi Kementerian Wakaf dan Urusan Agama di berbagai negara seluruh dunia.
Pameran ini menawarkan tur tentang rincian kehidupan masyarakat Kesultanan Oman serta peran nilai-nilai dan etika dalam mempromosikan konsep kebersamaan. Konsep kebersamaan itu tercermin dalam koleksi 25 lukisan yang merupakan manifestasi kebersamaan, saling pengertian dan harmoni di antara anggota masyarakat.

" Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menyebarkan pesan perdamaian dan niat baik di antara seluruh umat manusia," kata Mohammad bin Said Al Maamari, penasihat ilmiah di kantor Menteri Wakaf dan Urusan Agama Oman.
Azza al Ismail, mahasiswa asal Oman sangat senang karena Islam bisa sampai di Kyoto dalam bentuk pameran, terutama di kampusnya, Universitas Doshisha.
Profesor Junia Shinohi, profesor Teologi di Universitas Doshisha, menyimpan perasaan serupa dengan Al Ismail. " Pertemuan ini sangat penting karena memungkinkan orang Jepang memahami Islam secara umum dan Oman, pada khususnya," tambah Shinohi.
Islam masuk Jepang pada 1920 melalui ratusan imigran muslim Turki dari Rusia setelah revolusi Rusia. Pada 1930, jumlah Muslim di Jepang mencapai sekitar 1000 jiwa berasal dari berbagai wilayah.
Gelombang migran yang mendorong populasi muslim mencapai puncaknya pada 1980-an, bersama dengan pekerja migran dari Iran, Pakistan dan Bangladesh.
Jepang saat ini menjadi rumah bagi 120.000 komunitas muslim, di antara hampir 127 juta penduduk yang menjadikan Jepang sebagai negara kesepuluh terpadat di dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya