Cegah Penularan Virus Corona, Manila Diisolasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 Maret 2020 14:00
Cegah Penularan Virus Corona, Manila Diisolasi
Presiden Rodrigo Duterte, melakukan lockdown Manila selama 30 hari.

Dream - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengisolasi ibu kota negara, Manila, selama sebulan. Langkah ini diambil untuk pencegahan penyebaran virus Corona baru, Covid-19.

Dikutip dari Manila Bulletin, Jumat 13 Maret 2020, penyampaian ini dilakukan setelah rapat dengan Inter Agency Task Force untuk manajemen infeksi penyakit darurat. Duterte mengatakan, aktivitas perjalanan darat, laut, dan udara di Manila disetop mulai 15 Maret hingga 14 April 2020.

Dia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak takut dengan kata “ isolasi”. Kebijakan ini ditetapkan agar masyarakat terhindar dari virus Corona baru. Masyarakat juga diminta tidak memandang virus ini sebelah mata dan diminta mendukung pemerintah.

“ Ini serius. Jangan mengecilkan virus Corona. Tapi, yang saya katakan, jangan bunuh dirimu sendiri dengan kecemasan. Pemerintah melakukan segalanya, setidaknya untuk mengendalikan penyebaran virus,” kata Duterte.

Selama masa isolasi, Duterte melarang ada kegiatan yang melibatkan banyak orang. Namun, untuk transportasi umum, seperti light rail transit, metro rail transit, dan kereta api Filipina harus tetap beroperasi. Nantinya Departemen Transportasi akan mengeluarkan kebijakan khusus untuk memfasilitasi transportasi publik.

1 dari 4 halaman

Sekolah Diliburkan, Tapi Siswa Belajar di Rumah

Bagaimana dengan sekolah? Sekolah-sekolah di Manila diliburkan sampai 12 April 2020. Namun, para siswa harus tetap belajar. Dinas Pendidikan Manila akan bertanggung jawab untuk memastikan siswa tetap belajar di rumah dan tidak meninggalkan huniannya.

Duterte berpesan agar siswa tetap tinggal di rumah dan belajar. Namun, dia juga ragu kalau-kalau mereka hanya akan bermain ponsel.

“ Hindari masalah hukum, hindari masalah dengan siapa pun. Ikut saja. Lebih baik tinggal di rumah dan belajar. Kalau tidak mau menurut dan tetap main ponsel, yang ada ponselmu yang lulus sekolah, bukan kamu,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Jam Kerja?

PNS setempat tetap memberikan pelayanan publik. Dengan catatan, layanan kesehatan dan unit darurat harus tetap beroperasi penuh.

Duterte juga meminta sektor swasta untuk menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja serta Perindustrian dan Perdagangan.

Semua perusahaan manufaktur, ritel, dan layanan disarankan untuk tetap beroperasi penuh selama periode karantina masyarakat. Sektor ini juga harus menerapkan langkah-langkah jarak sosial yang ketat.

Sektor swasta, di sisi lain, didorong untuk menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel mengikuti pedoman yang akan dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan (DOLE), dan Perdagangan dan Industri (DTI) untuk kesejahteraan pekerja. Perusahaan juga diminta memastikan karyawan tetap diurus.

“ Pastikan mereka diurus manajemen. Manajemen, jangan tinggalkan karyawan kamu,” kata Duterte.

3 dari 4 halaman

2 Menteri Terinfeksi Virus Corona Baru, Presiden Filipina Sukarela Jalani Tes

Dream - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menjalani tes untuk mengetahui infeksi virus corona baru, Covid-19. Langkah ini diambil karena dua anggota kabinetnya terinfeksi virus corona.

Mantan ajudan Duterte, senator, Christopher " Bong" Go membenarkan pemeriksaan kesehatan sang presiden. Dia mengatakan, akan menjalani tes meski tidak menunjukkan gejala penyakit.

" Presiden Duterte dan saya akan menjalani pengujian untuk Covid-19," kata Go, dilaporkan media resmi Filipina, PNA.

Menurut Go, pengujian yang dilakukan Duterter merupakan langkah `bijaksana`. Saat ini, dua anggota kabinet tersebut mengumumkan telah menjalani karantina mandiri.

“ Mempertimbangkan bahwa beberapa anggota kabinet yang kami libatkan secara rutin telah terpapar pada orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan telah memutuskan untuk menjalani karantina sendiri, adalah bijaksana bagi kami untuk mengambil tindakan pencegahan sesuai dengan saran kesehatan kami. Pejabat," kata dia.

 

 © Dream

 

Meskipun tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala, Bong mengatakan, para pejabat hanya dites untuk memastikan mereka “ sehat dan bugar” untuk melakukan tugas resmi mereka.

" Seperti biasa, Presiden dan saya tetap siap melayani dan mati untuk rakyat Filipina," kata dia.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan (DOH) memaparkan bahwa hanya orang-orang yang memiliki gejala Covid-19 dan berinteraksi dengan pasien positif diprioritaskan untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Keuangan Sonny Dominguez dan Sekretaris Transportasi Arthur Tugade mengumumkan bahwa mereka akan melakukan karantina mandiri setelah berinteraksi dengan seseorang yang dites positif menggunakan Covid-19.

4 dari 4 halaman

Jumlah Orang Terinfeksi Corona di Luar China Melonjak Tajam

Dream - Kenaikan angka penderita virus Corona, Covid-19, di luar China meningkat pesat. Menurut data The John Hopkins University-Center for Systems Science and Engineering (CSSE) awal Februari hingga 12 Maret 2020 jumlahnya melonjak hingga 45.027.

Menurut data, pada awal Februari 2020, kasus virus Corona di luar China tercatat 173 kasus. Angka tersebut terus meroket hingga hari ini mencapai 45,200 kasus.

Kasus terbesar di luar China terjadi di Italia. Di Negeri Pizza itu, terdapat 12.462 kasus. Kematian mencapai 827 jiwa.

 Made with Flourish© Dream

Di bawah Italia, ada Iran dengan 9.000 kasus infeksi. Sebanyak 354 pasien meninggak dunia. Korea Selatan dengan kasus infeksi sebesar 7.755, jumlah kematian sebesar 60 orang, Prancis dengan kasus infeksi sebesar 2.284 dan total kematian 48.

Sementara itu di Spanyol, kasus infeksi telah mencapai 2.277 orang, 55 pasien meninggal dunia. Kasus Covid-19 juga terjadi di Jerman, dengan angka infeksi mencapai 1.966 dengan kematian tiga orang.

Di Negara Paman Sam, Amerika Serikat, kasus virus corona juga semakin meningkat jumlahnya. Pasien yang terinfeksi telah mencapai 1.312 dengan total kematian 38 orang.

Dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) negara yang sudah terinfeksi mencapai 114.

Data dari Kantor Staf Presiden (KSP) saat ini Indonesia menghadapi 34 pasien yang positif virus corona. Dua di antaranya dinyatakan pulih dan seorang pasien meninggal dunia.

Tim Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 793 orang telah diperiksa. Dari jumlah itu, 744 di antaranya dinyatakan negatif virus Corona dan 15 orang lain sedang dalam proses.

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin