BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Vaksin Comirnaty, Produk Baru Pfizer Untuk Covid-19 (Shutterstock.com)
Dream - Pernyataan mengejutkan muncul dari CEO Pfizer, Albert Bourla. Dia menyebut tingkat efikasi atau efektivitas vaksin yang diproduksi perusahaannya mengalami penurunan setelah beberapa bulan usai suntikan dosis ke dua.
" Efikasi setelah empat sampai enam bulan menjadi sekitar 84 persen," ujar Bourla.
Pernyataan itu disampaikan Bourla dalam wawancara dengan CNBC di program 'The Exchange" . Bourla mendasarkan ucapannya pada hasil terbaru dari studi yang didanai perusahaan.
Tetapi, temuan tersebut belum dianalisis oleh peneliti dari pemerintah Amerika Serikat. Studi itu dijalankan di tengah perdebatan Pfizer dengan Pemerintah AS mengenai perlunya dosis ketiga untuk menguatkan perlindungan imunitas tubuh.
Studi itu mendapat temuan efektivitas vaksin sekitar 96,2 persen antara sepekan hingga dua bulan setelah penyuntikan dosis kedua. Hasil studi yang melibatkan 44 ribu orang di seluruh AS dan sejumlah negara lain itu juga mengungkap temuan terjadinya penurunan tingkat efikasi sebesar 6 persen setiap dua bulan.
" Kami juga melihat data dari Israel yang menunjukkan ada penurunan tingkat kekebalan," kata dia.
Di masa-masa awal, Bourla mengatakan vaksin Pfizer memiliki tingkat efikasi 100 persen dan mencegah orang dirawat di rumah sakit. Setelah enam bulan usai suntikan dosis kedua, dia menyebut efektivitas vaksinnya turun menjadi sekitar 90 persen dan antara pertengahan ke atas 80-an persen.
" Kabar bainnya adalah kami sangat, sangat yakin dosis ketiga, sebagai booster akan meningkatkan respon kekebalan ke tingkat yang cukup kuat untuk melindungi dari varian Delta," kata dia.
Bourla mengungkapkan varian Delta yang sudah menjadi jenis dominan di AS dan negara-negara lain di seluruh dunia telah menurunkan tingkat efikasi semua vaksin. Dia menekankan perlunya dosis ketiga.
Pfizer berencana menyerahkan data secara formal ke regulator AS mengenai keuntungan dari dosis ketiga vaksin Covid-1 pada pertengahan Agustus.
Awal bulan ini ketika Pfizer mengumumkan rencana tersebut, Lembaga Pengawasan Makanan dan Obat (FDA) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) mengeluarkan pernyataan bersama yang memukul balik perusahaan tersebut.
" Warga Amerika yang sudah divaksinasi penuh tidak membutuhkan booster untuk saat ini," demikian pernyataan bersama dua lembaga tersebut.
Baik CDC maupun WHO tidak merekomendasikan suntikan booster Covid-19 untuk saat ini. Direktur Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO, dr. Kate O'Brien, menyatakan pihaknya masih meneliti apakah suntikan booster diperlukan untuk meningkatkan perlindungan.
" Kami sangat jelas tentang ini, tidak ada informasi yang cukup untuk memberikan rekomendasi pada saat ini," kata dr. O'Brien.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
