Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggota 72 Keluarga (Foto : India Times)
Dream - Sebuah rumah pada umumnya dihuni oleh satu keluarga dengan jumlahnya tak mencapai puluhan orang. Namun apa jadinya jika satu rumah ditinggali 72 orang anggota keluarga?
Bukan tidak mungkin, simaklah kisah sebuah keluarga di Solapur, Maharashtra, India yang membuat banyak warganet tercengang berikut ini. Mereka masih mempertahankan tradisi keluarga besar.
India memang dikenal dengan tradisi kekeluargaannya. Dikutip dari India Times, satu keluarga ini menampung total 72 anggota keluarga di bawah satu atap.
Berdasarkan laporan BBC News, dengan populasi global yang melebihi total 8 miliar, ukuran keluarga Marathi itu disebut mungkin untuk zaman sekarang ini.
Keluarga ini memiliki perusahaan perdagangan. Sehari-harinya mereka berbagi tugas, mengingat pastinya banyak tumpukan pekerjaan di sebuah rumah dengan puluhan anggota keluarga itu.
Tetua keluarga, Ashwin Doijode, mengatakan, dengan jumlah anggota keluarga yang tinggi, mereka membutuhkan sumber daya yang cukup besar untuk setiap orang.
Dia bercerita bahwa keluarganya membeli sekitar 10 liter susu setiap pagi, dan membeli sayuran bisa mencapai Rs1.200 per makanan.
Ashwin menambahkan bahwa jika menyangkut makanan non-vegetarian, biayanya mencapai tiga hingga empat kali lipat lebih tinggi dari biasanya.
" Kami membeli beras, gandum, dan kacang-kacangan selama satu tahun, sekitar 40 hingga 50 karung. Karena kami membutuhkan jumlah yang besar, kami membeli secara grosir sehingga harganya terjangkau," kata Ashwin dikutip dari News18.
Ashwin juga berbicara tentang bagaimana melewati pandemi Covid-19 dengan rumah mereka yang penuh sesak.
Mereka harus mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk melindungi para tetua dalam keluarga.
" Awalnya saya merasa terintimidasi oleh skala keluarga ini. Tapi semua orang membantu saya. Ibu mertua, kakak, dan ipar saya membantu saya menetap," kata anggota keluarga lainnya, Naina Doijode.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya