Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi
Dream - Mendengarkan musik untuk menemani aktivitas menjadi kegemaran banyak orang zaman sekarang. Sedangkan bagi anak muda, menonon live music atau konser menjadi hobi tersendiri.
Namun, hobi tersebut nyatanya bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Penyebabnya adalah kebiasaan penggunaan headphone, earphone, dan earbud, serta menghadiri lokasi dengan musik yang nyaring.
Dilansir BMJ, lebih dari 1 miliar anak muda berisiko kehilangan pendengaran karena penggunaan headphone dan earbud serta datang ke tempat musik yang keras.
Para peneliti meminta pemerintah di seluruh dunia segera memprioritaskan kebijakan 'mendengarkan dengan aman'.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 430 juta orang di seluruh dunia saat ini mengalami gangguan pendengaran.
Anak muda sangat rentan karena penggunaan alat pendengar pribadi (PLD), seperti smartphone, headphone, dan earbud, serta datang ke tempat dengan musik yang keras, di tengah lemahnya penegakan peraturan.
Penelitian yang diterbitkan sebelumnya menunjukkan bahwa pengguna PLD sering memilih volume setinggi 105 dB.
Sedangkan tingkat suara rata-rata di tempat hiburan berkisar antara 104 hingga 112 dB, melebihi tingkat yang diizinkan, yaitu 80 dB untuk orang dewasa dan 75 dB untuk anak-anak.
Para peneliti melakukan penelitian untuk studi relevan yang diterbitkan dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, dan Rusia, yang melibatkan anak berusia 12-34 tahun.
Hasilnya, menunjukkan bahwa prevalensi praktik mendengarkan yang tidak aman dari penggunaan PLD dan datang ke tempat hiburan yang bising umum terjadi di seluruh dunia, masing-masing 24% dan 48% di kalangan remaja dan anak muda.
Berdasarkan angka tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah anak muda yang berisiko mengalami gangguan pendengaran berkisar antara 0,67 hingga 1,35 miliar.
Para peneliti mengakui beberapa keterbatasan pada temuan mereka. Temuan itu dapat disimpulkan bahwa ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk memprioritaskan pencegahan gangguan pendengaran dengan mempromosikan praktik mendengarkan yang aman.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya