Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Headphone (Foto: Shutterstock)
Dream - Headphone atau earphone tampaknya kini jadi barang wajib yang selalu dibawa, terutama oleh kaum muda. Alat tersebut membuat kita bisa mendengar musik dan menonton film tanpa diganggu kapan pun dan di mana pun.
Kebiasaan menggunakan headphone setiap hari, apalagi dengan volume maksimal, bukan tanpa risiko. Badan kesehatan dunia (WHO) baru saja merilis laporan terbaru terkait penggunaan headphone.
Seperti dikutip dari World of Buzz, WHO mengungkap, hampir 50 persen orang muda yang berusia antara 12 hingga 35 tahun (sekitar 1,1 miliar orang) berisiko mengalami gangguan pendengaran.
Hal ini karena paparan yang lama dan berlebihan suara keras dari perangkat audio pribadi mereka, seperti headphone atau earphone dan smartphone.
WHO dan International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan standar internasional baru, untuk pembuatan dan penggunaan perangkat seperti smartphone dan perangkat audio pribadi untuk memastikan kesehatan dan keamanan pendengaran.
" Mereka harus mengerti bahwa begitu mereka kehilangan pendengaran, itu akan final dan tak akan kembali," pernyataan dari WHO.
Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan tidak dapat diubah. Ketika paparannya sangat keras, teratur atau berkepanjangan, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel sensorik dan struktur lainnya,. Hal ini mengakibatkan gangguan pendengaran yang tidak dapat diubah.

Rentang frekuensi tinggi (yaitu suara bernada tinggi) dipengaruhi pertama kali dan mungkin tidak segera terlihat.
Paparan terus-menerus menyebabkan perkembangan gangguan pendengaran, pada akhirnya mempengaruhi pemahaman bicara dan memiliki dampak negatif pada kualitas hidup individu.
WHO juga memperkirakan pada 2050, 1 dari setiap 10 orang akan mengalami gangguan pendengaran.
Gangguan pendengaran ini memang tak terjadi secara langsung, tapi bisa 5 hingga 10 tahun kemudian. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya